Pertamina Tambah 100 Ton Solar

0
131
NELAYAN antre menunggu pasokan solar bersubsidi tiba di SPBU Nelayan Tambelan, baru-baru ini. f-istimewa

Pasokan Menjelang Akhir 2019 ke SPBUN Tambelan

PT Pertamina merealisasikan usulan tambahan solar bersubsidi ke SPBU Nelayan Tambelan, yang diajukan Pemkab Bintan melalui Dinas Perikanan Kabupaten Bintan. Hanya saja, penambahan yang direalisasikan sebanyak 100 ton (KL), untuk bulan November dan Desember 2019.

BINTAN – ”KITA dapat informasi seperti itu. Pertamina menambah 100 ton, sampai akhir 2019 ini. Tapi, untuk 2020 nanti, akan kita usulkan lagi. Ini demi memenuhi permintaan nelayan,” kata H Apri Sujadi, Bupati Bintan, kemarin.

Bupati Bintan H Apri Sujadi berharap agar nelayan di Kecamatan Tambelan memanfaatkan penambahan solar bersubsidi dengan jumlah yang ada, dari kuota tetap 75 KL.

”Memang kebutuhan saat ini, berkisar 260 ton per bulan. Nah, kuota tetapnya 75 KL per bulan. Terus ditambah 50 KL untuk November, dan 50 KL untuk Desember nanti. Untuk 2020, kita akan usulkan lagi, agar direalisasikan sebanyak 260 KL per bulannya,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bintan Fachrimsyah mengatakan, pihaknya sudah menerima surat resmi penambahan solar bersubsidi dari pihak Pertamina, untuk SPBUN type A BBM 1 harga 18.291.082 atas nama PT National Ferrous. Kuota tetap 75 KL ditambah 50 KL, pada bulan November. Kemudian ditambah 50 KL dari jumlah kuota tetap, pada Desember nanti.

”Yang semula dipasok 75 KL, untuk November ini akan dipasok 125 KL. Dan Desember nanti, dipasok lagi 125 KL. Jadi ada penambah 100 ton sampai akhir Desember 2019 nanti,” sebut Fachrimsyah.

Pihak Pertamina Medan melalui Pertamina Kepri memberikan kuota tambahan 50 KL itu, jelas Fachrimsyah, karena pasokan memang terbatas, dari pemerintah pusat untuk tahun 2019. Untuk tahun 2020 nanti, akan diusulkan kembali ke Pertamina, agar di Tambelan diberikan kuota 260 KL. Jumlah itu sesuai dengan kebutuhan nelayan pemilik kartu kendali di Tambelan, sekitar 430 kapal nelayan.

”Sekarang, kita terima dulu penambahan sampai akhir 2019 ini. Selanjutnya, kita usulkan lagi, agar kebutuhan 260 KL per bulan itu, direalisasikan tahun 2020 nanti,” demikian disampaikan Fachrimsyah. (YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here