Pertimbangan Tunjangan Sertifikasi, Siswa Dipindahkan

0
480

TANJUNGPINANG – Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Husnari menuturkan, sebenarnya hampir tiga sekolah jenjang SD yang tahun ini, kuota penerimaan siswa barunya tidak sampai 20 orang.

Diantaranya, SDN 07 Pulau Penyengat, SDN 15 Bukit Bestari dan SDN 22 Tanjungpinang Barat. Hanya saja, sebelum masuk proses belajar-mengajar, ada penambahan siswa ke SDN 22 Tanjungpinang. Dari sebelumnya 17 kini menjadi 21 siswa. Sehingga, sekolah tersebut tetap menerima siswa kelas I, tahun ini. Sedangkan dua sekolah lain, sesuai hasil rapat dengan berbagai pertimbangan, siswanya dialihkan.

Dicontohkannya untuk siswa SDN 07 yang mendaftar sekitar 14 orang tersebut di pindahkan ke SDN 09 yang sekolahnya berjarak 500 meter di Pulau Penyengat. Begitu juga SDN 15 Tanjungpinang Barat, hanya saja dialihkan ke beberapa sekolah.
Diantaranya SDN 03 Bukit Bestari dan beberapa sekolah lainnya di Tanjungpinang Timur. Melihat zonasi atau tempat tinggal siswa.

Dituturkan Husnari, kebijakan mengalihkan siswa karena beberapa pertimbangan. Diantaranya, bila mempertahankan mengajar siswa di bawah 20 orang, maka nantinya wali kelas I tersebut tidak menerima tunjangan sertifikasi.

“Beberapa kriteria agar guru menerima tunjangan sertifikasi, selain jam mengajar juga jumlah siswa yang dididik. Harus diatas 20 siswa,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (19/7).

Selain itu, pertimbangan biaya operasional yang erat kaitannya dengan besaran penerimaan Dana BOS. Bila siswanya sedikit maka penerimaanya juga sedikit. Sedangkan biaya operasional yang dikeluarkan jumlah yang di bawah 20 atau diatas itu tidak akan jauh berbeda.
“Jadi beberapa pertimbangan itu yang membuat siswa dialihkan ke sekolah lain,” tuturnya.

Disinggung apakah ke depannya dua sekolah itu akan tutup, Husnari menuturkan belum tentu. Tahun depan, seklah itu kembali menerima siswa. Bila jumlah siswa tetap di bawah 20, maka tidak menerima. Berarti sekolah itu tidak dibutuhkan lagi.

Ia menilai, fenomena akhir-akhir ini, jumlah siswa di kawasan Kota Lama memang lebih sedikit. Ini karena kawasan itu bukan daerah berkembang. Berbeda dengan Tanjungpinang Timur yang terus membutuhkan penambahan sekolah amupun ruang kelas baru.

Terkait para guru-guru, ia menuturkan di Tanjungpinang masih kurang, khususnya sekolah kawasan Tanjungpinang Timur. Maka nantinya guru-guru tersebut akan dialihkan ke sana.

“Guru-gurunya kita alihkan mengajar di sekolah yang masih kekurangan. Biasanya kawasan Timur,” ucapnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here