Perumahan Nelayan hanya Pajangan

0
527
SEORANG warga saat melihat rumah yang dibangun di tengah hutan yang akan ditempati nelayan. F-ISTIMEWA

Keberadaan perumahan nelayan di Semente, Kecamatan Bunguran Barat tak kunjung ditempati. Padahal, perumahan tersebut sudah rampung dibangun sejak tiga tahun lalu.

NATUNA – Perumahan nelayan yang dibangun Pemerintah Pusat sejak tahun 2017 lalu itu, kini telah selesai dan hanya tinggal ditempati.

Keberadaan perumahan ini, disebut akan akan banyak mendatangkan solusi.

Saat ini kondisi perumahan itu tampak tidak terawat, dan berbagai jenis tumbuhan liar mulai tumbuh di area perumahan itu.

”Kapan perumahan nelayan semente ditempati, sayang rumah sebagus itu dibiarkan kosong,” kata Basuki di Ranai, Rabu (28/11).

Basuki menilai, rumah nelayan program pemerintah itu hanya menghambur-hamburkan uang negara. Sebab, azas manfaatnya hingga kini belum terlihat karena tidak ada yang menempati.

Baca Juga :  Satpol PP Mulai Berbenah Diri

”Kalau kayak gini kan menghambur-hamburkan uang saja. Mendingan dananya itu untuk membiayai Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) saja. Itu saya kira lebih bermanfaat,” Tandas Basuki.

Basuki berharap, pemerintah segera mengambil sikap agar rumah itu tidak dibiarkan kosong tanpa penghuni.

”Semakin lama tidak dihuni rumah itu akan cepat rusak, terlebih jadi angker. Coba kasih para warga yang tidak mampu akan lebih bermanfaat juga,” tutupnya.

Perumahan ini dibangun oleh Pemerintah Pusat untuk mendukung program droping 6.000 nelayan ke Natuna, sebagai salah satu upaya meramaikan perairan.

Perumahan itu dibangun di atas lahan sekitar 2 hektare, dengan total bangunan sebanyak 50 unit dan akan dihuni oleh 100 orang Kepala Keluarga (KK) karena dalam satu unit bangunan terdapat dua rumah.

Baca Juga :  Jalan Desa Kelarik-Teluk Buton Diusulkan Rp 90 M

Sahe (50), Warga Desa Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut mengapresiasi langkah pemerintah yang telah banyak memberikan kesejahteraan kepada nelayan Natuna.

”Saya walaupun bukan nelayan, senang sekali melihat kegiatan pemerintah ini. Bu Menteri Susi memang perhatian sekali sama nelayan,” kata Sahe di Ceruk, Senin (15/10) lalu.

Sesuai rencana, perumahan yang berderet memanjang dari arah barat ke timur itu akan diisi oleh warga yang berasal dari tujuh desa dan diutamakan bagi mereka yang belum memiliki rumah meskipun ia bukan nelayan aktif.

Pemerintah sudah mulai mendata warga di seluruh desa, yang ada di Kecamatan Bunguran Timur Laut yakni Desa Limau Manis, Desa Ceruk, Desa Tanjung, Desa Kelanga dan Desa Selemam, Desa Kelanga Serta Desa Pengadah.

Baca Juga :  Kinerja Buruk, 36 Pejabat Dirotasi

”Rumah ini benar-benar akan jadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkannya,” ujar Sahe.

Rumah itu bukan untuk menjadi hak milik penghuninya, akan tetapi untuk dipakai sementara hingga penghuninya mampu membuat rumah sendiri.

”Walaupun begitu, tapi itu sudah sangat membantu masyarakat. Kita senang sekali melihatnya,” tuntas Sahe.

Rumah itu dibangun tepat dipinggir jalan dengan dominasi warana oranye.

Terpantau, pekerja sedang menyelesaikan bagian luar dan halaman serta drainase kawasan perumahan. (HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here