Pesona Jala Puspita di Tengah Arus Globalisasi

0
487
Annisa Diah Dwi Cendikia

Oleh : Annisa Diah Dwi Cendikia
Mahasiswa UMRAH, Jurusan Ilmu Pemerintahan

Denyut globalisasi semakin terasa kencang di abad ke-21 ini. Kekhawatiran terhadap tantangan globalisasi semakin nyata terasa di depan mata. Permainan-permainan kotor di bidang politik dan ekonomi hingga masuknya westernisasi semakin melunturkan jati diri kita sebagai wanita timur. Tantangan-tantangan globalisasi membuat kita membutuhkan sosok yang mampu mengarahkan kita sebagai wanita agar tetap berada pada kodratnya.

Secara prinsip, di dalam pemenuhan kebutuhan hidup, sedikitnya ada lima hak yang wajib terlindungi keberadaannya, yaitu hak perempuan, hak hidup, hak kesejahteraan, hak mengembangkan diri, dan hak atas rasa aman. Dalam pemenuhan hak perempuan, hak kesejahteraan, dan hak atas pengembangan diri, Jalasenastri hadir dalam rangka memenuhi ketiga hak tersebut terutama di lingkungan keluarga prajurit TNI Angkatan Laut.

Jalasenastri lahir sebagai bentuk nyata dari Organisasi Istri Prajurit TNI Angkatan Laut yang membawa visi dan misi senantiasa ingin mewujudkan Istri TNI Angkatan Laut yang berbudi setia, dan mandiri dengan membangun keluarga yang berakhlak dan santun, membina keluarga yang sehat serta menjadikan keluarga yang memiliki pribadi yang kuat dilandasi oleh Ketuhanan Yang Maha Esa.

Melalui visi dan misinya tersebut, Jalasenastri senantiasa memperjuangkan hak-hak perempuan, hak kesejahteraan di dalam keluarganya, hingga hak mengembangkan diri bagi dirinya sebagai seorang istri dan ibu, baik di dalam keanggotaannya maupun terhadap masyarakat luas. Menjadi anggota sebuah organisasi tidak membuat seorang wanita lupa akan kodratnya, melainkan dapat terus mengembangkan potensi dirinya terhadap pelayanan keluarga, organisasi, dan masyarakat luas.

Hak mengembangkan potensi diri bagi seorang ibu rumah tangga sangat diutamakan dalam setiap kegiatan keorganisasian Jalasenastri. Menurut Ketua Jalasenastri Korcab IV Daerah Jalasenastri Armada Barat, Ny. Irmelda Eko Suyatno, dalam keorganisasiannya Jalasenastri bergerak di bidang organisasi, bidang ekonomi, bidang budaya, bidang sosial, bidang sekretaris, dan bidang bendahara. Dalam bidang pendidikan Jalasenastri juga memiliki sebuah yayasan pendidikan yang bernama Yayasan Hang Tuah, yang di dalam kurikulumnya juga terdapat pendidikan bahari yang sangat di butuhkan oleh anak-anak usia dini di daerah kepulauan.

Untuk Jalasenastri Korcab IV membawahi delapan cabang, diantaranya cabang Mako Lantamal IV, cabang Mako Denma Lantamal IV, cabang Lanal Tarempa, cabang Fasharkan Mentigi, cabang Lanal Batam, cabang Lanal Tanjung Balai Karimun, cabang Lanal Dabo Singkep, dan terakhir cabang Lanal Ranai. Dengan cakupan daerah yang sangat luas tersebut, keorganisasian Jalasenastri mampu mengembangkan potensi kewanitaannya menjadi lebih luas lagi.

Semakin luas wilayahnya, maka semakin banyak potensi yang bisa dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti mengadakan seminar pendidikan, mengadakan pembinaan keluarga, mengadakan kegiatan olahraga bersama, hingga ikut serta memperkenalkan kebaharian bersama masyarakat umum melalui program Bintal Juang Remaja Bahari.

Prinsip utama sebagai seorang Anggota Jalasenastri adalah kita sebagai seorang istri dan ibu haruslah menjadi bunga yang mengharumkan dan mendukung segala kegiatan suami, menjadikan keluarga kita memiliki kehidupan yang sejahtera dan lebih maju, serta tetap mengikuti perkembangan zaman.

Seorang wanita harus mampu memposisikan dirinya sebagai seorang istri dan ibu, sebagai seorang pekerja, serta sebagai anggota organisasi yang tetap memodernkan dirinya terhadap perkembangan zaman.

Keberadaan Jalasenastri membuat kita melek akan potensi yang dimiliki oleh seorang ibu rumah tangga. Menurut Ny. Irmelda Eko Suyatno, aktif berorganisasi merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan diri dengan perubahan arus globalisasi.

Melalui organisasi, seorang ibu rumah tangga dapat mempelajari etika mendidik secara mendalam, luwes dalam pergaulan, dan meningkatkan kedisiplinan. Walaupun berada di pulau terdepan, organisasi kewanitaan mampu membuat seorang ibu rumah tangga menjadi lebih produktif dan mampu mengikuti arus globalisasi, namun tetap sadar akan budaya timur yang dimiliki. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here