Petani Kundur Jual Buah ke Batam

0
1211
APEK salah seorang petani di Urung, Kundur Barat membawa hasil kebunnya berupa pisang tanduk ke pelabuhan untuk selanjutnya dibawa ke Batam.f-alrion/TANJUNGPINANG POS

Pulau Batam masih menjadi pangsa pasar utama bagi hasil pertanian dari Pulau Kundur. Sebab, untuk masalah harga masih lebih mahal dibandingkan pasar Karimun. Sehingga, Batam menjadi pilihan utama petani untuk memasarkan hasil kebunnya.

KARIMUN – ”Kalau kami jual ke Batam, harganya lebih tinggi dibandingkan menjual ke Tanjungbalai. Penampung hasil tani ke Batam setiap hari ada, dan menunggu di Pelabuhan. Jadi kami tinggal antar ke pelabuhan, dan dibayar sesuai dengan timbangan tanpa ditarget harus berapa banyak,” kata Apek petani di Urung, Kundur Barat, Karimun, kemarin.

Ia mencontohkan, petani yang memiliki 1 tandan pisang dapat menjual ke Batam. Dengan harga yang beda, jika dijual di Tanjung Batu.

Untuk tanaman sayur dan cabai lebih banyak dijual ke Pasar Tanjung Batu dan Karimun.

Setiap malam, kapal kayu asal Urung berangkat ke Batam. Dengan membawa ragam hasil pertanian, kelapa, pisang, buah buahan.

Baca Juga :  Dewan Tinjau Kesiapan Puskesmas Meral Barat

Kapal tersebut, tiba di Batam menjelang dini hari jika cuaca baik dan perjalanan dari Urung ke Batam menggunakan pompong ditempuh kurang lebih 7 jam.

Menurut petani, kehadiraan eksportir buah Pisang dan Nenas di Urung tidak akan mempengaruhi pengiriman Pisang dan Nenas ke Batam.

Walaupun, jenisnya sama karena petani sudah memiliki langganan masing-masing.

Harapan petani, kemudahan mendapatkan pupuk dan pestisida akan sangat membantu petani meningkatkan hasil pertanian berikut alat bantu pertanian berupa handtraktor atau traktor.

Petani kini mulai merubah haluan, mulai dari tanaman keras ke jenis buah dengan masa panen relatif singkat.

Lahan pertanian yang luas, maka petani sedang berupaya meningkatkan hasil panen tanaman ubi per hektare.

Minimnya pengetahuan petani, membuat masa panen dan hasil panen relatif biasa padahal pasar ubi di Kepri sangat menjanjikan.

Baca Juga :  Perda Penyelenggaraan Parkir Diberlakukan

Sabtu (20/10) bulan lalu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karimun akan melakukan ekspor perdana buah Nenas dan komoditi lainnya ke Singapura dari Tanjung Batu, Kundur, Karimun.

Persiapan ekspor perdana tersebut, telah dipersiapkan sejak beberapa minggu lalu.

Petani nenas dan pisang di Kundur diminta, agar mampu memenuhi kebutuhan nenas di pasar Singapura. Setiap minggu minimal 40 ton.

Untuk tahap awal, petani diberikan target 20 ton minimal per minggu.

Hal itu terungkap pada ekspor nenas dan pisang di Urung, Kundur Barat oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, sekaligus meresmikan Unit Penanganan Segar (Packing House Operation). Pulau Kundur adalah salah satu daerah penghasil buah nenas dan pisang, di kepulauan Riau dengan luas areal pertanaman hampir mencapai 300 ha.

Baca Juga :  Banyak Aduan, Komisi I Sidak Imigrasi

Dengan tingkat produktivitas, yang telah mencapai 10 hingga 20 ton perminggu.

Melihat potesinya cukup bagus, nenas dan pisang Kundur memiliki peluang untuk dijadikan komoditas ekspor andalan dari Pulau Kundur.

”Setelah melakukan persiapan yang matang, dan pengurusan dokumen ekspor komuditas lainnya. Sabtu (20/10) hari ini, kita akan melakukan ekspor perdana Nenas ke Singapura. Sebagaimana keinginan selama ini, yang sudah lama sangat diharapkan,” kata Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Karimun, Affan.

Nenas dan Pisang tidak kurang dari 20 ton yang akan di ekspor, dan ini menjadi awal yang baik bagi petani dan pengembangan komoditi buah Nenas ke depan. Petani telah berkomitmen, untuk mendukung kebutuhan ekspor setiap minggu. (ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here