PLN Kurangi Defisit Dampak Gardu Induk

0
406

GITO bright PLN Batam Resmi Beroperasi

Bright PLN Batam meningkatkan keandalan dan memaksimalkan penyaluran energi listrik dari sistem pembangkit ke sistem distribusi.

BATAM – Gardu Induk Tanpa Operator (GITO) diharapkan mekanisme penyaluran daya listrik yang effektif dan efisien dapat dihasilkan dengan maksimal dan mengurangi dampak kerugian akibat transmisi.

General Manager (GM) Generations and Transmission Business Unit Bright PLN Batam mengatakan, GITO merupakan salah satu alternatif dalam mendukung pengendalian terpusat untuk melakukan proses supervisi secara cepat dan akurat. Supervisi yang cepat dan tepat sangat penting dalam menjaga keekonomian dan keefektifan proses penyaluran energi listrik.

”Dengan mengganti peran operator dalam suatu gardu induk dengan aplikasi-aplikasi perangkat teknologi yang dapat meningkatkan kualitas informasi lebih up to date dan real,” katanya Nasir meresmikan GITO di Kawasan Industri Terpadu Kabil.

Baca Juga :  Kepri Zona Merah, Isdianto Diberi Pengarahan

Disebutkan, pembangunan GITO sendiri, di mulai sejak Agustus 2018. ”Meski ditemui berbagai halangan dan kendala, tak menyurutkan tim untuk ragu dan mundur dari pembuatan sistem ini. Dan Alhamdulillah ini bisa diselesaikan secara maksimal,” jelasnya.

Sementara Direktur Utama Bright PLN Batam Dadan Kurniadipura mengatakan dengan hadirnya GITO menjadi nilai tambah bagi bright PLN Batam dalam rangka efisiensi. Mengingat, biasanya gardu dioperasikan oleh 2 operator setiap shift-nya (ada 3 shift tetap dan 1 cadangan). Namun dengan melakukan modernisasi sistem ini cukup dikontrol secara langsung dari pusat.

”Tujuan program ini adalah untuk revenue melalui keandalan jaringan dengan meningkatkan efektivitas pelaksanaan operasi. Hal ini adalah bentuk komitmen kami di bright PLN Batam untuk selalu bergerak maju dan memberikan yang terbaik untuk Kota Batam, khususnya pelanggan bright PLN Batam,” ujarnya.

Baca Juga :  Penjual Kue Itu Harumkan Nama Tanjungpinang

Dari 11 Gardu Induk milik Bright PLN Batam ada delapan Gardu Induk yang dibuat menjadi GITO karena tiga Gardu Induk berada di sisi pembangkit jadi harus tetap membutuhkan peranan manusia dalam pengoperasiannya.

”Namun baru empat yang sudah selesai yakni di Nongsa, Batu Besar, Muka Kuning dan Kabil. Sementara sisanya akan dilakukan pada Juli 2019 mendatang,” beber Dadan.

Sementara itu, Peters Vincen Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Kabil menyambut baik akan kehadiran Gito di kawasannya. ”Ini sangat membantu kawasan Kabil dan memberikan listrik yang lebih stabil. Sehingga lebih maksimal,” kata Peter.

Baca Juga :  Lihat Rangka Manusia Pithecantropus

Menurutnya, siapa pun investor yang masuk pastinya akan mempertimbangan masalah infrastruktur di sebuah kawasan, faktor keandalan listrik di sebuah kawasan Industri. Sehingga mereka bisa lebih maksimal dalam menghasilkan produk.

”Dengan efisien dan infrastruktur yang ada di Batam, dan dengan stabilitas ini pastinya akan memunculkan pertumbuhan ekonomi yang bagus. Kami sangat berterima kasih kepada bright PLN Batam,” jelasnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here