Polda Gagalkan TKI Ilegal dan Burung Kakak Tua

0
707
Polda Kepri mengamankan burung kakak tua yang dilindungi. F-Istimewa

BATAM – Jajaran Polda Kepri berhasil menggagalkan pengiriman 24 orang TKI ilegal. Selain itu, diwaktu berbeda digagalkan juga pengiriman burung kakak tua berbagai jenis yang dilindungi. Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga dan Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta, menuturkan, TKI ilegal diamankan 14 November lalu sekitar pukul 23.00 WIB.

Dituturkannya, pengamanan dilakukan personel Kapal Patroli Polisi Baladewa 8002 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri. Mereka menggunakan satu unit speed boat di nakhodai Y dan ABK inisial OA di Teluk Mata Ikan, Perairan Nongsa – Batam.

Setelah dilakukan pemeriksaan di dalam spead boad itu membawa 24 orang pekerja migran Indonesia.

“Mereka akan di berangkatkan ke Negara Malaysia tanpa dokumen apapun atau tanpa melalui PJTKI,” kata Erlangga.‎

Dituturkannya, dari 24 orang TKI Ilegal itu, 22 orang laki-laki dan dua orang perempuan. Mereka kemudian di bawa ke Pelabuhan Batu Ampar Batam dengan menggunakan Kapal Patroli Polisi Baladewa 8002 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Baca Juga :  Batam Kekurangan 60 Ribu Blangko KTP

Sehari setelah itu, Kamis 15 November 2018 tersangka dan barang bukti diserahkan kepada penyidik Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri di Sekupang, Batam guna proses penyidikan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan, satu unit speed boat tanpa nama berwarna biru bermesin tempel merk Yamaha 2 X 200 Pk.

Dituturkannya, mereka melanggar pasal 81 jo pasal 69 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 Tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.

Lebih lanjut, Sapta membeberkan penangkapan binatang dilindungi itu, diamankan di perairan Sungai Lelai Botania Kota Batam, 16 November 2018. Petugas mengamankan satu unit mobil pick up dan satu unit speed boat yang diawaki T selaku nakhoda dan S sebagai ABK

Baca Juga :  Rudi Ingin Batam Dikenal Kota Pendidikan

Dituturkannya, kapal itu bermuatan 11 ekor burung. Yaitu, jenis kakak tua warna putih sebanyak tujuh ekor, jenis Nuri Bayan Betina Bulu Merah dan jenis Nuri Bayan Jantan Bulu Hijau masing-masing dua ekor. Ada juga kura – kura sebanyak 51 ekor.‎

Kemudian satu unit speed boat tanpa nama warna biru bermesin tempel merk Mercury 1 x 40 PK di bawa ke luar oleh personel Ditpolairud Polda Kepri dan bertemu dengan Kapal Patroli Polisi XXXI – 1005 Ditpolairud Polda Kepri pada posisi koordinat 1° 9′ 035″ N – 104° 4′ 261″ E.

Selain itu, satu unit speed boat tersebut bermuatan kru di Adhock menuju Mako Ditpolairud Polda Kepri guna proses pemeriksaan lebih lanjut.‎ Diamankan, T bin G selaku nakhoda speed boat dan S bin I sebagai ABK.

Berdasarkan hasil koordinasi dan identifikasi yang biasa dilakukan oleh petugas KSDA Riau seksi Konservasi Wilayah II Batam dengan hasil indentifikasi, tiga ekor burung kakak tua putih status konservasi dilindungi.

Baca Juga :  Pulau Tolop Ditawarkan ke Singapura

Dua ekor burung kakak tua Maluku status konservasi dilindungi. Ada juga dua ekor Burung Kakak Tua Jambul kuning kecil status konservasi dilindungi dan empat ekor Burung Nuri Bayan status konservasi dilindungi.

Sedangkan terhadap barang bukti kura – kura sebanyak 51 ekor status konservasi tidak di lindungi. Mereka diancam pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a, huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya jo pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana, dengan ancaman penjara 5 tahun kurungan.(mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here