Polda Ungkap Sindikat Prostitusi di The Exotic Pub

0
305
Polda Kepri saat merilis kasus Tindak Pidana Penjualan Orang, Selasa (6/8)..

NONGSA – General Manager Hotel dan The Exotic Pub & KTV berinisial AJ diamankan Polda Kepri karena tuduhan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO). Selain menahan AJ, polisi juga mengamankan pria berinisial AH selaku Manager KTV The Exotic.  Kedua tersangka diamankan setelah polisi mengungkap adanya praktik prostitusi dengan enam korban.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Drs. S. Erlangga Selasa (6/8).

Dalam rilisnya, Kabid Humas menyebut Polda sudah menggelar jumpa pers yang dipimpin Wadir Reskrimum Akbp Arie Dharmanto, S.Sos., SIK didampingi, Kasubdit IV Ditreskrimum Kompol Dhani Catra Nugraha, SH,SIK,MH dan Kaur Mitra Bidhumas Polda Kepri AKP. Syarifuddin SH.

Baca Juga :  Datok Prasetyo Wira Amar Adiwangsa

Kedua tersangka diamankan setelah pengungkapan tindak pidana perdagangan orang. Menurut Erlangga, pengungkapan itu berawal dari informasi tentang adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang di The Exotic Pub & KTV, Lubuk Baja, Kota Batam. TPPO ini melibatkan para pekerja perempuan sebagai pemandu lagu yang juga dijajakan pengelola hotel dan tempat hiburan itu ke pria hidung belang.

Lantas pada 2 Agustus 2019, penyidik menemukan seorang pekerja perempuan yang bekerja sebagai pemandu lagu berinisial A yang baru selesai melayani tamu dengan cara melakukan hubungan seksual di kamar salah satu hotel. Setelah didalami, ternyata pekerja dieksploitasi oleh pengelola The Exotic.

Baca Juga :  Pemadaman Bergilir Satu Minggu

“Pihak pengelola memanfaatkan korban untuk memberikan servis ke tamu sehingga memperoleh keuntungan dengan menetapkan tarif tertentu. Mereka menggunakan sistem bagi hasil,” kata Kabid Humas.

Modusnya, pengelola The Exotic Pub & KTV menawarkan paket minuman dengan gratis 1 kamar hotel. Antara Hotel dan tempat hiburan tersebut ternyata satu manajemen yang berada dibawah perusahaan PT UMBJ.

“Jadi faktanya, paket free hotel itu dijadikan sebagai modus dalam menjalankan praktik prostitusi,” kata Kabid Humas Polda Kepri.

Dalam pengungkapan sindikat prostitusi itu, penyidik menyita barang bukti berupa kondom bekas pakai merek sutra, uang tunai Rp2.650.000, bukti pembayaran bill tamu the exotic pub & ktv, daftar menu paket minuman the exotic pub & ktv.

Baca Juga :  Di Tanjungpinang, Justru Mubazir

“Tersangka diancam Pasal 2 dan Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman paling lama selama 15 tahun kurungan dan denda paling sedikit Rp. 120.000.000,” sebut kabid Humas dalam rilisnya.(jek)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here