Polres Petakan Kerawanan TPS

0
467
AKBP Ucok Lasdin Silalahi
Pemilu 2019 mendatang diprediksikan berpotensi terjadinya kerawanan maka dari itu Polres Tanjungpinang memetakan titik rawan di Tempat Pemilihan Suara (TPS) dan Peredaran hoax di kalangan masyarakat.

TANJUNGPINANG – Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan, untuk mengantisipasi terjadi hal tidak diinginkan pada saat pengambilan suara pada Pemilu 2019 kita sudah memetaakan TPS mana saja yang masuk dalam keadaan rawan.

”Di Tanjungpinang ada 568 TPS, 566 TPS tetap dua TPS mobile yang biasa digunakan untuk Lapas dan Rutan,” katanya Sabtu (22/12) di hotel Comforta pada saat menjadi narasumber tes UKJ.

Kapolres menyebutkan, ada tiga kategori daerah mana saja termasuk rawan TPS, pertama kategori TPS aman sebanyak 550, rawan I 18 namun angka tersebut kemungkinan masih berubah tetapi untuk jumlah TPSnya sudah tetap.

Baca Juga :  Balik Arah di Tikungan Akhir

”Untuk rawan II belum ada, keseluruhan masih aman tapi ada titik-titk rawan yang sudah kita petakan,” sebutnya.

Kapolres menuturkan, pemetaan wilayah kategori rawan, Polres Tanjungpinang masih mengacu kepada peristiwa pemilu sengketa pemilu sebelumnya selain itu dikarenakan jarak antara satu TPS dengan TPS yang lain serta jarak TPS dengan jarak tempat penyimpanan logistik pemilu di tingkat kecamatan.

”Kita bersyukur Tanjungpinang masih bisa di jangkau dengan jalur darat sehingga kompisisi untuk rawan II yang dikarenakan geografis tidak ada,” jelasnya.

Kapolres menegaskan, dalam menciptakan pemilu aman, damai dan tertib Polres Tanjungpinang mengerahkan 350 personel. Adapun tahapannya perencaanaan operasi, latihan operasi dan tahapan pelaksanaan yang disesuaikan dengan tahapan pemilu sendiri.

Baca Juga :  Dukungan dari Buruh untuk Alfin Terus Mengalir

”Jumlah personel kemungkinan akan bertambah karena kami masih merangcang dan pemetaan daerah rawan TPS,” tegasnya.

Selain itu juga pihaknya mengantisi penyebaran hoax atau berita bohong melalui media social di kalangan masyarakat, Kapolres menjelaskan, untuk menagkal penyebaran hoax pihaknya membuat dua kelompok pertama terkait dengan pemilu undang-undang pemilu atau pidana umum yang berikatan dengan undang-undang ITE.

”Ada satu yang sudah kami jumpai berkaitan dengan pemilu, dikarenakan sang pemilik akun berada di Batam maka kita serahkan kepada KPU. Untuk mengantisipasi kita melakukan deteksi dini dengan mengerahkan cyber patrol,” tuturnya.

Pengamat Politik dari Sitisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka menuturkan, Pemilu 2019 ini dengan adanya beredar hoax masih sangat terasa dan berpengaruh kondisi sosial masyarakat Tanjungpunang.

Baca Juga :  Syahrul Tak Persoalkan Anaknya Divonis Salah

”Saat ini sekecil apapun berita bohong yang beredar cukup mempengaruhi pikiran masyarakat bawah,” tuturnya.

Menurutnya, berita bohong yang beredar di media sosial sepertinya sudah menjadi komoditas atau industri yang digerakkan oleh pihak-pihak tertentu. Seharusnya sebagai pemilih yang cerdas masyarakat kita sudah tidak terpengaruh yang bisa menciptakan kondisi yang kerawanan dalam Pemilu 2019 mendatang.

”Kita harus memulai turut berpartisipasi untuk menghentikan hoax yang beredar agar situasi kedepannya tetap aman, damai dan tertib,” ujarnya.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here