Premium Dikurangi, Pertamina Genjot Jual Pertalite

0
385
Sejumlah warga menunggu SPBU Km 16 yang kosong premium. F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – Pengendara tak hanya sulit mendapatkan BBM jenis premium di wilayah Kota Tanjungpinang. Warga yang sering membeli premium di SPBU Km 16 Toapaya juga mengeluh, karena sering langkanya pasokan bahan bakar tersebut.

Diduga, kelangkaan premium ini diakibatkan pengurangan kuota dari pihak Pertamina. Selain itu, akhir-akhir ini marak terjadinya pelansir premium yang menongkrongi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Tindakan ini, menyebabkan BBM jenis premium lebih cepat habis terjual oleh pihak SPBU kepada oknum pelansir tersebut.

Baca Juga :  DALMASRI SYAM BERI APLAUS MISI SUNNY SUKARDI LEWAT SUN RESORT

Beberapa hari terakhir, terpantau para pelansir yang menggunakan motor besar membawa keranjang, yang berisi dua jirigen sering mangkal di area SPBU Km 16 Desa Toapaya Selatan.

”Karena langka, jadi kami beli yang botolan itu seharga Rp 13 ribu. Terpaksa beli, karena di SPBU selalu kosong. Dari pada mogok motornya, kan terkendala kalau mau ke pasar,” ujar Suyatmi, seorang warga.

Sementara, pengurus SPBU Km 16 Deni menjelaskan, larangan untuk membeli premium dengan menggunakan botol, jirigen dan lain sebagainya sudah diterapkan sejak lama. Namun, lagi-lagi ada saja oknum yang nakal.

Baca Juga :  Beredar Info Ayam Mati Massal di Bintan, Itu Hoax!

”Enggak boleh sebenarnya. Kalau pun ada, itu tanpa sepengetahuan saya,” kata Deni beralasan, saat dikonfirmasi secara terpisah melalui sambungan telepon.

Justru Deni membantah, jika kelangkaan premium yang selama ini terjadi di SPBU, disebabkan karena maraknya para pelansir. Ia menyatakan, kuota pasokan yang diberikan dari Pertamina ke SPBU telah dikurangi, untuk menggenjot penjualan pertalite.

”Semua SPBU juga begitu, dibatasi. Baik di daerah kita, Tanjungpinang dan Batam,” terangnya. (aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here