Presiden: Waduk Sei Gong Solusi Krisis Air

0
897
BERI KETERANGAN: Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun memberi keterangan kepada wartawan saat meninjau bendungan Waduk Sei Gong Galang, Kota Batam, Kamis (23/3). F-istimewa/humas pemprov kepri

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Batam, maka air akan disalurkan dari Pulau Galang sepanjang 50 Km melalui pipa.
Air ini akan disalurkan melalui Waduk Sei Gong Galang yang sedang tahap pembangunan. Presiden RI Joko Widodo sudah meninjau pembangunan waduk itu, Kamis (23/3). Inilah solusi memenuhi kebutuhan air bersih di Batam.

Batam – Waduk itu salah satu dari 65 waduk di Indonesia yang dibangun Menteri PU saat ini. Pembangunan itu ditegaskan dilakukan di atas lahan negara. Sehingga tidak ada ganti rugi, kecuali atas tanaman warga.

”Ini miliknya Otorita Batam (kini disebut Badan Pengusahaan/BP) Batam. Tanah negara. Ini lahan konservasi dan tidak ada ganti rugi lahan. Paling tanaman,” tegas Jokowi saat peninjauan itu.

Sementara untuk anggaran pembangunan, Jokowi menyebutkan menggunakan APBN Rp 238 miliar. Waduk dibangun di atas lahan 355 hektare. Ditargetkan, waduk bisa menampung 11 juta meter kubik, air.

Baca Juga :  Persoalan Sekolah Harus Diurai Satu Persatu

”Airnya bisa digunakan baik di Galang, Rempang dan Batam,” bebernya.

Untuk penyelesaian, Jokowi berharap bisa selesai akhir tahun 2018. Namun, dari hasil evaluasi Kemen PUPR, pembangunan waduk tersebut selesai pertengahan tahun depan.

”Tapi tadi kita bincang, bisa pertengahan tahun depan. Sehingga bisa menyelesaikan kekurangan air di Batam. Pembangunan mulainya 2016 awal. Progresnya sekarang sudah 35 persen,” imbuh Jokowi.

Sementara Menteri PUPR DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc mengatakan, wilayah itu dibangun untuk waduk, bukan irigrasi. Pembangunan waduk dimaksud utuk memenuhi kebutuhan air baku Batam. Seluruh wilayah Batam butuh air 3.250 liter per detik.

”Sementara dari dam yang ada saat ini, baru bisa memproduksi 2800-an liter. Jadi kurang 400 liter per detik. Makanya ini menghasilkan 400 liter per detik,” beber Basuki.

Disebutkannya, pembangunan ini untuk memenuhi kebutuhan air di Batam ke depan. Namun diperkirakan, kebutuhan juga akan terus meningkat, seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi Batam.

Baca Juga :  Serapan APBN di Kepri Rendah

”Kalau 20 sampai 50 tahun ke depan dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi 5-6 persen, butuh air lagi,” jelasnya.

Sehingga ke depan, Kementerian PUPR terus mencari potensi waduk di Batam. Untuk Sei Gong, nantinya akan menyuplai air ke pulau utama Batam. Untuk pengelolaan dam, akan diberikan ke BP Batam.

”Pengoperasian akan diserahkan ke BP Batam. Air ini sudah mencukupi air Batam. Ini program pemerintah Jokowi,” imbuhnya.

Selanjutnya setelah selesai pembangunan waduk, maka akan disiapkan juga pipa sepanjang 50 Km ke Batam.

”Sekarang desain untuk pipa sedang disiapkan. Anggaran belum dihitung. Namun anggaran Rp 238 miliar yang diberikan, tidak termasuk untuk pipa,” jelasnya.

Saat peninjauan itu, presiden didampingi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan disambut Menteri PUPR, Basuki Hadi Muljono, Kepala BP Batam Hatanto, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Ketua DPRD Batam, Nuryanto dan Wali Kota Batam, HM Rudi.

Baca Juga :  Denmark dan Singapura Rajai Ironman 2019

Presiden Jokowi beserta Ibu Iriana Jokowi tiba di bendungan Sei Gong pukul 12.15 beserta gubernur Kepri dan Ibu Noorlizah Nurdin.

”Bendungan Sei Gong dibangun untuk memenuhi air baku masyarakat, dan juga disiapkan sebagai sumber air baku bagi rencana pengembangan kawasan industri baru di Pulau Galang,” ujar Nurdin.

Bendungan ini juga salah satu dari 65 bendungan program strategis nasional pemerintahan Jokowi-JK. Tipe bendungan adalah bendungan urungan tanah dengan diafragma wall (rip-rap batu kosong pada bagian hulu dan hilir).(MARTUA-SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here