Puasa, THM Tutup 12 Hari?

0
807
PADAT: Gedung-gedung di daerah Nagoya sudah padat. Di daerah ini banyak juga buka bisnis hiburan. f-istimewa/net

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Batam menyepakati buka tutup tempat hiburan pada Ramadan nanti. 

BATAM – Sudah direkomendasikan ke Dinas Parawisata Batam untuk memutuskan buka tutup Tempat Hiburan Malam (THM) dengan pola 3-3-3 atau 4-4-4.

Namun secara prinsip, FKPD sudah sepakat antara pola tiga atau empat. Demikian disampaikan Wali Kota Batam, HM Rudi, Rabu (17/5) usai rapat FKPD di Kantor Wali Kota.

Rudi mengatakan, FKPD merekomendasikan untuk nantinya dipilih Kepala Dinas Parawisata waktu buka dan tutup tempat hiburan. Pilihannya mengikuti rekomendasi FKPD.

”Menyambut Ramadan, tentang kegiatan hiburan malam, kita meminta masukan dari MUI. Hiburan malam dibuka, kecuali hari yang ditentukan. Tadi ada muncul pola baru yang diusulkan, 4-4-4,” katanya.

Untuk pola ini, tempat hiburan tutup selama empat hari pertama Ramadan, empat hari pertengahan lebaran dan empat hari di ujung Ramadan.

Baca Juga :  BP Cari Penampung Lumpur 1 Juta Kubik

”Itu salah satu alternatif baru yang diharap bisa diterima pengusaha. Jika tidak, maka seperti biasa, tutup sehari sebelum puasa, saat puasa dan satu hari di hari kedua. Baru tiga hari pertengahan dan terakhir. Jadi pola 3-3-3,” ujar Rudi.

Menurutnya, hal itu bisa dipahami Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam. Walau pada prinsipnya, MUI ingin tempat hiburan tutup selama Ramadan.

”Maunya MUI dari dulu sampai sekarang, total. Karena umat islam ibadah. Namun di samping itu, ada umat lain dan ada juga islam bekerja disitu. Tapi diharap ada perkembangan, kalau bisa ditambah tutup jadi 4-4-4. Tahun depan 5-5-5,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Rudi juga mengungkapkan pembahasan di FKPD, terkait dengan THR. Nantinya akan dikeluarkan surat edaran untuk membayar THR, paling lambat H-7. Kecuali untuk honorer di Pemko Batam.

Baca Juga :  DPD:‎ SNI Tak Sesuai Konsep FTZ BBK

”Saya sampaikan, tolong disisihkan untuk pegawai honor Pemko. Pegawai honor pemko tidak ada THR,” bebernya.

Sementara untuk Sembako di luar sayuran diakui tidak ada masalah. Bahkan stok sembako diakui Rudi, sudah over. Dimana kondisi itu diakui setelah melakukan sidak ke pasar Pasar Mitra Raya, Batam Centre, bersama unsur FKPD Batam.

”Sembako secara umum tidak masalah, sudah over. Sudah bisa empat bulan, kecuali sayuran. Jadi harga tidak bolehlah ada kenaikan. Kalau ada, harus ditindak bersama kepolisian,” tegas Rudi.

Selain itu, ke depan Rudi mengakui pihaknya juga akan menggelar pasar sembako murah. Dimana, pasar sembako murah digelar TPID Batam.

Baca Juga :  Warga Antusias Saksikan Atraksi Tim Jupiter TNI AU

tim pengendali inflasi daerah (TPID) yang di dalamnya ada Pemko Batam, bersama dengan Bulog dan lainnya.

”Sekarang sedang didudukkan dengan Kadin. Kita koordinasi dengan semua, termasuk dari Bulog,” imbuh Rudi.

Pernyataan senada juga disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Sidak digelar untuk meminimalisir penumpukan stok sembako.

Seluruh pihak diminta untuk peduli dengan sembako. Garga relatif tidak ada masalah khusus untuk sembako tahan lama. Seperti mentega, susu, tepung, beras.

”Itu relatif tidak berubah. Yang sifatnya bumbu-bumbuan yang cenderung fluktuatif. Harga cabai merah dari Rp 30 menjadi Rp 32 ribu. Daging relatif tidak ada persoalan.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here