PUPR Lelang Proyek Jembatan Rp 13 M

0
1329
POKCAI: Alat transportasi laut pokcai menuju Desa Pengujan, masih beroperasi. Dinas PUPR Bintan segera membangun jembatan penghubung di sungai ini.F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – DINAS Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bintan segera melelang proyek pembangunan jembatan penghubung Desa Pengujan. Diperkirakan, awal Juli ini proyek senilai Rp 5 miliar dari APBD Bintan itu sudah dikerjakan. Sedangkan total pembangunan jembatan ini mencapai Rp 13 miliar.

”Berkas lelang sudah disiapkan. Segera kita lelang secara terbuka,” kata Juni Rianto, Kepala Dinas PUPR Bintan, kemarin. Kabid Bina Marga Dinas PUPR Bintan Muhammad Irzan menjelaskan, untuk pembangunan jembatan penghubung antara pulau Bintan dengan pulau Pengujan dilaksanakan bertahap.

Baca Juga :  Pelepasan Seklur, Kaum Ibu Happy Mandi Tepung

Tahap 1, meliputi pekerjaan fondasi dan sebagian struktur jembatan. Tahap 2, penyelesaian pekerjaan. Total bentang jembatan penghubung Desa Pengujan itu sepanjang 280 meter, dan lebar yang digunakan untuk jalan 3 meter, dan 1 meter untuk jarak selisih kendaraan.

”Pembangunan tahap 1, disediakan anggaran sebesar Rp 5 miliar. Sekarang sedang dalam proses lelang,” ujar Muhammad Irzan. Pembangunan tahap 1 ini sepanjang 200 meter. Pembangunan itu terdiri dari 100 meter dari sisi Desa Pengujan, dan 100 meter dari sisi pulau Bintan. J

Baca Juga :  Pejabat Tak Perlu Takut Jalankan Anggaran

embatan ini menggunakan konstruksi beton. Sedangkan pembangunan tahap kedua, dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 mendatang. Estimasi biaya, bakal menghabiskan anggaran sebesar Rp 8 miliar. Karena, jembatan sepanjang 80 meter di bentangan tengah itu, menggunakan konstruksi kerangka baja.

”Sesuai arahan dari Pak Bupati Bintan, pembangunan jembatan Pengujan ini merupakan salah satu program prioritas Dinas PUPR, pada tahun anggaran 2017 ini,” tegas Irzan. Menurut Irzan, desain jembatan yang disiapkan sudah mempertimbangkan aspek efisiensi.

Dari perhitungan awal, desain jembatan dilakukan efisiensi lebih dari 50 persen, sekitar 100-an meter. Karena potensi kendala pembangunan diperkirakan ada pada pemasangan fondasi di daerah palung. Untuk pemancangan fondasi di daerah ini, harus hati-hati, mengingat kedalaman selat dan arus air. Sekarang, proyek sudah proses tender.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here