Rayakan Ultah Ke-50 dengan Buku Puisi

0
1094
AKSI HUSNIZAR: Aksi Husnizar ketika membacakan puisinya di Pekanbaru, akhir November silam. f-fatih/tanjungpinang pos

Malam ini, husnizar hood Luncurkan buku

Penyair Kepulauan Riau, Husnizar Hood genap berusia 50 tahun, Senin (11/12) pagi ini. Dalam usia setengah abadnya itu, Husnizar memilih merayakannya dengan cara yang tak biasa.

TANJUNGPINANG – Yakni dengan menerbitkan buku kumpulan puisi Aku Hanya Ingin Menjadi Penyair Biasa. Buku berisi 50 puisi, sebagaimana usia penyairnya, rencananya akan diluncurkan di pelataran Laman Boenda Gedung Gonggong Tanjungpinang, Senin (11/12) malam nanti.

Kepada Tanjungpinang Pos, Husnizar menuturkan, puisi-puisi yang termaktub dalam buku puisi ketiganya setelah Kalau–Tiga Racik Sajak dan Tarian Orang Lagoi ini merupakan hasil kerja keras istri dan ketiga anaknya dalam mengumpulkan puisi-puisinya yang berserakan. ”Ada yang di antologi-antologi lama, ada yang di email, ada pula yang di komputer. Mereka yang kemudian mengumpulkannya menjadi buku dan sebagai hadiah ulang tahun buat saya,” ungkap Husnizar.

Baca Juga :  MUI Setuju, Imunisasi MR Lanjut

Tak dipungkiri Husnizar, kesibukannya kini sebagai Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepri cukup banyak menyita waktunya. Kendati begitu, ia enggan jika disebut telah melupakan puisi dan segala ihwal kesenian yang telah membesarkan namanya. Hanya saja, kata dia, sudah tidak seintensif dulu. ”Jadi puisi-puisinya entah di mana-mana. Ada di hape, ada di email. Saya tetap menulis puisi di sela-sela perjalanan ke luar daerah sampai di ruang sidang paripurna,” ujar penyair cum politisi dari Partai Demokrat ini.

Baca Juga :  Imunisasi MR Berdasarkan Fatwa MUI

Karena itu pula, momentum pertambahan usia ke-50 tahun ini menjadi begitu spesial karena akan terbit kembali sebuah buku kumpulan puisi atas nama dia setelah yang terakhir kali dibukukan pada 1999 silam.

Momen peluncuran buku pada malam ini jadi lebih spesial dengan kehadiran sejumlah penyair maupun seniman dari luar daerah. Ada sutradara teater kesohor Agus Noor, sutradara film Dongeng Pasir, Iwan Irawan, Al-Azhar, dan Yoserizal dari Pekanbaru.  ”Dan ada juga lawan lomba baca puisi saya ketika SMP dari Tanjungbatu,” ujar Husnizar.

Baca Juga :  Bundaran Dompak Ada Air Mancur

Acara ini terbuka untuk umum. Husnizar bahkan akan memberikan buku puisi terbarunya secara cuma-cuma kepada masyarakat yang hadir. ”Saya ingin masyarakat luas juga tahu, walau saya telah jadi anggota dewan, masih tetap juga seorang penyair, sekali pun itu penyair biasa,” pungkas Husnizar.(FATIH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here