Registrasi SIM Prabayar Diperbincangkan

0
471

TANJUNGPINANG – Informasi mengenai kewajiban registrasi kartu SIM prabayar menggunakan NIK KTP dan KK tengah marak diperbincangkan. Banyak yang tak ingin mendaftar karena khawatir data pribadi akan disalah gunakan. Atau bahkan alat untuk menipu yang nantinya berakibat fatal.

Terkait hal ini, Supervisor Grapari Telkomsel Tanjungpinang, Yudha, menuturkan, bahwa registrasinya itu benar adanya, dan dilakukan berdasarkan peraturan pementihan melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Pihak grapari hanya sebagai pelaksana yang mengikuti peraturan dari pemerintah tersebut. Begitu juga dengan operator lainnya. Setiap operator berbeda cara mendaftarnya, namun mewajibkan registrasi kartu prabayar menggunakan NIK yang ada di KTP dan nomor KK.

Pantauan Tanjungpinang Pos, registrasi prabayar untuk pelanggan baru Indosat, Telkomsel, XL Axiata, Hutchison Tri Indonesia (Tri), dan Smartfren bisa dilakukan dengan mengirim SMS ke 4444. Namun ada sedikit perbedaan format SMS.

Bagi pelanggan baru Telkomsel mengirim SMS dengan format, REG#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK). Khusus pengguna lama, baik Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Tri, atau Smartfren bisa mendaftar ulang melalui SMS ke 4444 dengan format: ULANG#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Pengguna baru diwajibkan untuk mendaftarkan NIK dan nomor KK mulai 31 Oktober 2017 mendatang. Selain SMS, calon pengguna juga bisa mendaftarkan diri melalui gerai, situs, atau aplikasi milik masing-masing operator. ”Itu tidak hoax karena intruksi dari pemerintah melalui Kemenkominfo,” ujar Yuda.

Hanya saja banyak yang salah menduga, 31 Oktober hari terkahir registrasi ulang kartu SIM prabayar lama. Padahal, baru akan diblokir, jika hingga 28 Februari 2018 belum melakukan registrasi ulang sesuai dengan ketentuan. Ini juga bertujuan memudahkan pelacakan terhadap nomor telepon melakukan penipuan atau semacamnya. (namora)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here