Regulasi Berbelit, Investor Ragu

0
737
PETA : Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menunjukkan peta Provinsi Kepri kepada Konjen Cina di Medan, Sun Ang di ruang kerjanya di Dompak, Selasa (19/9). f-istimewa/humas pemprov kepri

Gubernur Janji Perizinan Dipermudah

Konsul Jendral (Konjen) Republik Rakyat Cina yang berkedudukan Medan, Sumatera Utara, Sun Ang menyampaikan keluhan pengusaha Cina di Kepri terkait masih berbelitnya regulasi.

DOMPAK – Menurut Sun Ang, pihaknya sudah melakukan peninjauan beberapa tempat investasi khususnya di Batam. Secara umum dia menilai bahwa kondisi usaha cukup baik dan prospek ke depannya cukup bagus.

Banyak investor yang ditemui mengatakan bahwa sangat ingin menambah nilai investasinya namun masih ragu karena saat ini berbelitnya regulasi yang diterapkan pemerintah setempat serta pemerintah pusat.

Kata dia, Batam memiliki potensi untuk lebih maju ke depannya dan bisa bersaing dengan Shenzen yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus di Cina.

”Kami siap berinvestasi di Kepri karena kami mempunyai kelebihan dana dan teknologi. Satu hal yang perlu dibenahi adalah masalah regulasi yang memberatkan dunia usaha,” ujar Sun Ang saat diskusi dengan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di Kantor Gubernur di Dompak, Selasa (19/9).

Pada kesempatan itu, Konjen Cina Sun Ang menjelaskan fungsi dari Konsulat Jendral yang ada di Medan salah satunya adalah melaksanakan usaha peningkatan hubungan dengan negara penerima di bidang perekonomian, perdagangan, perhubungan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan.”Jadi sangat jelas kalau kunjungan ke Provinsi Kepri ini selain melihat investasi Cina yang telah berlangsung lama juga untuk melihat peluang-peluang lain untuk meningkatkan investasi yang telah ada sebelumnya,” ujar Sun Ang.

Pada kesempatan ini Konjen juga mengundang secara langsung Gubernur Kepri untuk datang berkunjung dan melihat secara langsung perkembangan Kota Shenzen, melihat pengelolaan pelabuhan serta melihat perkembangan dan pembangunan jembatan terpanjang yang ada di Cina. Konjen berharap ke depannya investasi Cina di Kepri Riau semakin meningkat.

”Terimakasih Gubernur Kepri atas penerimaan yang ramah. Kami tunggu kunjungannya di Cina atau bisa juga ke Medan. Semoga kerja sama yang telah lama ini semakin terjalin dengan erat dan sama-sama menguntungkan kedua belah pihak,” harap Sun Ang.

Kepada Sun Ang, Gubernur menjelaskan rencana pembangunan sejumlah infrastruktur seperti Jembatan Batam-Bintan (Babin) serta pelabuhan-pelabuhan berkapasitas besar. Ini menjadi potensi besar untuk diinvetasikan. Karena prospeknya cerah dan akan sangat menguntungkan semua pihak.

”Kabari ke investor dari Cina, banyak peluang investasi yang menjanjikan di Kepri. Kepri membutuhkan investasi di sektor infrastruktur, pariwisata dan kemaritiman,” kata Nurdin saat Courtesy Call Konsulat Jendral Republik Rakyat Cina di Medan Sun Ang, kemarin.

Menurut Nurdin, banyak keunggulan yang dimiliki Provinsi Kepri sehingga segala peluang bisa diinvestasikan. Dunia pariwisata yang sedang tumbuh bisa menjadi pilihan untuk investasi.

Sektor kemaritiman, menurut Nurdin punya peluang yang sangat luas. Bisa di sektor pariwisata bahari, minyak dan gas dan bidang perikanan. ”Kepri membuka diri kepada investor Cina untuk terus berinvestasi di berbagai bidang. Kami siap membantu jika ada hambatan, regulasi akan dibuat semudah mungkin sehingga investor dari Cina nyaman berinvestasi di Kepri,” janji Nurdin.

Luas wilayahnya yang 96 persen lautan menyimpan potensi yang besar. Pulau yang banyak, air laut yang jernih dan bersih serta karang-karang yang indah merupakan sebuah anugerah yang jika dikelola dengan baik akan memberikan sumber pemasukan bagi Kepri.

Untuk dunia usaha, Gubernur menegaskan kondisi keamanan di Kepri ini cukup kondusif, aman dan bebas dari berbagai macam ancaman. Aparat keamanan memberi perhatian besar untuk kelancaran usaha di daerah ini.

Dari segi budaya di Kepri hampir sama dengan kebudayaan Cina karena populasi di Kepri hampir sebagian besar merupakan etnis Cina. Tempat ibadah, kuliner ada akan memudahkan kerja sama antar kedua pihak. ”Berwisata ke Kepri akan mendapat pengalaman lebih dan pasti ingin terus datang lagi,” kata Nurdin.

Memang laju pembangunan infrastruktur di Kepri tidak selaju Cina. Apalagi jiga melihat pembangunan jalan, jembatan, bandara, kereta api dan infrastruktur lainnya. Tapi daerah-daerah di Kepri terus membangun infrastruktur menjadi lebih baik dan mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.

Menurut Nurdin, keberadaan Jembatan Batam-Bintan dan pelabuhan peti kemas, akan membuat ekonomi Kepri tumbuh dan berkembang semakin baik. Pihak yang berinvestasi, diyakini Nurdin akan puas dan bisa mengembangkan investasinya ke banyak sektor. ”Investor dari Cina pasti banyak yang berminat di sektor ini,” kata Nurdin.

Nurdin berterima kasih karena telah banyak investasi dari Cina yang masuk ke Kepri, hanya saja baru terpusat di Batam. Dia berharap pada masa mendatang pemerintah Cina dapat meningkatkan investasinya di Kepri bukan hanya di Batam tapi juga di daerah lain.

”Terus dan tingkatkan investasi pada berbagai sektor di wilayah Kepri. Investasi yang bisa saling menguntungkan, yang bisa membuat kita sama-sama hidup dan sama-sama tumbuh,” pesan Nurdin.

Pada akhir pertemuan ini, Gubernur Kepri mengajak Konsul untuk melihat secara langsung peta gugusan pulau di wilayah Provinsi Kepri. Gubernur menjelaskan luasnya wilayah Kepri dan posisi strategis yang dimiliki Provinsi Kepri karena berbatasan dengan beberapa negara.(SUHARDI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here