Rp 170 M untuk Jembatan Karimun

0
926
jembatan dompak: Setelah Jembatan Dompak ini selesai, Pemprov akan langsung membangun Jembatan Karimun.f-suhardi/tanjungpinang pos

Agustus, 300 Proyek Mulai Dikerjakan

Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri baru akan memulai pengerjaan proyek mulai Agustus 2017 mendatang. Jumlah proyek yang akan dikerjakan dari APBD Provinsi itu mencapai 300 proyek. Nilai proyek tertinggi yakni, pembuatan empat jembatan yang menghubungkan lima Pulau di Karimun.

TANJUNGPINANG – Pulau yang bakal terhubung itu yakni Pulau Parit ke Pulau Lumut, dari Pulau Lumut ke Gunung Papan kemudian dari Gunung Papan ke Pulau Kelat lalu satu lagi jembatan menuju perkampungan Tanjung Berlian. Nilai proyek jembatan itu mencapai Rp 170 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri Abu Bakar, pihaknya akan mengegsa semua proyek yang sudah dianggarkan. bahkan, Abu Bakar menyebut ada banyak proyek lain yang harus dirampungkan yang tersebar di kabupaten dan kota di Kepri.

”Sebagian besar masih dalam tahap lelang dan insyaallah Agustus sudah banyak yang dikerjakan,” sebutnya. Untuk di Lingga, ia menyebut ada proyek jalan di Daik yang mengarah ke Sungai Timun.  Proyek ini, berupa pengaspalan jalan dengan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). ”Panjang jalannya sekitar 2,5 Km,” ucapnya. Kemudian di Anambas, sambung Abu bakar, ada proyek pembangunan Jalan di wilayah Pasir sebagai akses jalan ke Kantor Bupati. panjangnya lebih kurang 3,5 Km.

Baca Juga :  Ratakan Dompak, Timbun Tepilaut

”Jadi disini ada kerjasama dengan kabupaten dan kota. Misalnya kabupaten yang membuka jalannya dan kita yang mengaspal,” terangnya. Sementara, di Kabupaten Karimun, ada lagi proyek jalan di Costal Area dapat sekitar 200 meter. Jalan ini dibangun dua lajur. Termasuk disiapkan taman, dan lampu jalannya.

”Agustus ini proyek yang di Coastal Area sudah rampung karena kini sudah selesai lelang fisiknya,” timpalnya. Dari tujuh Kabupaten Kota yang proyek fisik khusus konektivitinya di yang rencana akan dibangun mulai tahun 2017 ini, sama-sama akan digesa. Selain itu untuk jalan di Dompak dianggarkan Rp14 miliar yang akan digesa tahun ini. Tidak hanya proyek-proyek yang ada di Pulau Dompak saja yang digesa, tapi juga proyek-proyek di kabupaten kota juga akan diupayakan cepat selesai.

”Di Batam misalnya, jalan dari Simpang Franky sampai Sungaipanas dan terus ke Underpass juga pengaspalan ulang. Intinya, antara Pemprov dan Kabupaten Kota semua bekerjasama,” sebutnya. Proyek jalan di Batam ini juga mempertimbangkan zona veneterian jalan untuk pejalan kaki.

Baca Juga :  HM Soerya Respationo Dapat Restu dari Muhaimin Iskandar

“Jadi peruntukannya tidak hanya untuk kendaraan saja, namun kita pertimbangkan juga hak-hak pejalan kaki,” sebutnya. Di pihak lain, anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepri H Irwansyah memaklumi lambatnya penyerapan anggaran di Dinas PU ini. Menurut Irwansyah, sesuai dengan laporan yang diterima komisinya sudah ada sekitar 300 proyek fisik yang sudah dilelang di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan akan dikerjakan mulai tahun 2017 ini. Mesti saat ini sudah memasuki pertengahan tahun, namun proyek-proyek itu belum dikerjakan juga. Tapi, Irwansyah menyebut progresnya sudah cukup bagus.

”Sudah ada 120-an proyek fisik yang dilelang. Dan proyek kontrak sudah ada 80-an. Itu dari 300 proyek yang dilelang lewat PTSP,” terang politisi PPP dapil Kota Batam ini. Hanya saja untuk memastikan proyek fisik itu bisa berjalan di pertengahan tahun 2017 ini, ia berjanji, dirinya bersama Komisi III DPRD Kepri lainnya akan memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuyk mengegsa proyek tersebut. Di antara OPD yang akan dipanggil itu, PU, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Dinas Perhubungan dan lainnya yang bermitra, guna mempertanyakan sejauh mana kinerja mereka sampai saat ini.

Baca Juga :  Telkomsel Siap Layani Kebutuhan Natal dan Tahun Baru

“Setelah kita panggil baru bisa diketahui progrs proyek yang mereka kerjakan serta proyek itu merupakan kepentingan orang banyak atau tidak, agar tidak mubazir,” sebutnya. Saat ditanya mengapa sudah pertengahan tahun banyak proyek yang belum dikerjakan, Irwansyah menyebut karena banyak Detail Engineering Design yang belum selesai.

ia juga mengsku sudah menghimpun catatan penting untuk kinerja OPD, namun menurutnya itu masih bisa ditoleransi. “Dari Laporan dari LPSE dan ULP Kepri tersebut, kenapa lambat proyek fisik tersebut dikerjakan, karena DED banyak yang belum siap Itu yang buat lambat. Jadi DEDnya belum ada, perencanaan belum ada, itu yang membuatnya lama. DED inikan sama dengan membuat perencanaan,” belanya.

Menurut Irwansyah, setelah selesai perencanaan, baru proyeknya dilelang proyek fisiknya,” sebutnya. Meski mayoritas proyek belum mulai dikerjakan, namun Irwansyah masih yakin dengan Pemprov bahawa tahun ini semua bisa diselesaikan dan dikerjakan,” tambah Irwansyah.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here