Rp 7 M untuk Daik Kota Pusaka

0
1351
SEJARAH: Komplek situs Istana Damnah di Daik ini akan direncanakan sebagai sentra Kota Pusaka, di Kabupaten Lingga. f-istimewa

LINGGA – PEMERINTAH kabupaten Lingga bersama Satker PU diskusikan zonasi dan analisa delineasi kawasan Kota Pusaka di Daik Lingga.

Hasilnya, pemkab dan Satker fokuskan titik situs Istana Damnah yang menjadi sentra peninggalan sejarah dan budaya kesultanan Lingga-Riau.

Hal ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mengembangkan Kota Pusaka di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini secara maksimal.

Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar mengatakan kini Pemda bersama Satker PU tengah merampungkan identifikasi objek pendukung Daik sebagai Kota Pusaka.

”Kami tengah merampungkan titik-titik lokasi mana saja yang menjadi fokus. Terutama dikawasan situs Istana Damnah dan kawasan sekitarnya. Syukur-syukur dalam waktu dekat ini sudah rampung,” kata Nizar, Rabu (19/4).

Karena telah diakui sebagai Kota Pusaka, Kota Daik lanjut Nizar yang memiliki situs cagar budaya paling banyak di Kepri juga akan memberi dampak terhadap pembangunan dan pembenahannya.

”Ini jadi harapan kami di daerah yang minim APBD dapat membenahi titik bersejarah yang menjadi kawasan Kota Pusaka dengan fasilitas lebih baik melalui anggaran APBN,” jelas Nizar.

Sementara itu ditempat lain, kepala dinas Kebudayaan, M Ishak menuturkan hasil diskusi bersama Satker PU bersama pemda tengah memetakan delineasi kawasan Kota Pusaka seluas 60 Hektare.

”Fokusnya tetap di Damnah. Masih tahap delineasi,” jelas Ishak.

Untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana Kota Pusaka, dilanjutkan Ishak dari hasil pertemuan bersama konsultan Satker PU pemerintah pusat akan menggelontorkan Rp 7 Miliar melalui APBN.

”Dari Satker PU seperti itu. Rp 7 Miliar untuk kota Pusaka dari APBN kalau tidak Berubahan,” pungkasnya.(MUHAMMAD HASBI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here