Rp 975 Miliar Proyeksi Belanja Pemko

0
535
Ketua DPRD Tanjungpinang, Suparno menandatangi APBD 2019 Kota Tanjungpinang disaksikan unsur pimpinan lian dan Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul SPd.

TANJUNGPINANG – Pendapatan Daerah Kota Tanjungpinang tahun anggaran 2019 diproyeksikan senilai Rp965.385.252.441 miliar. Meski demikian, perkiraan belanja senilai senilai Rp 975,535 miliar. Ini artinya mengalami defisit senilai Rp 10,150 miliaran.

Biaya belanja itu, sudah dikelompokkan sesuai dengan pos-pos belanja.

Hal ini dibacakan Sekretaris DPRD Tanjungpinang, Abdul Kadir Ibrahim dalam rapat paripurna pengesaha APBD Pemko 2019 di Kantor DPRD, Selasa (28/11)
malam.

Hadir dalam rapat Wali Kota Tanjungpinang, H Syharul serta Sekda Tanjungpinang, Riono dan kepala OPD di lingkungan Pemko.

Memimpin rapat, Ketua DPRD Tanjungpinang, Suparno didampingi unsur pimpinan lain, Ade Angga dan Ahmad Dani.

Akib begitu sapaan akrab Abdul Kadir Ibrahim menuturkan, sesuai kesepakatan dalam pembahasan, biaya Belanja Tidak Langsung (BTL) senilai Rp 395,109 miliar.

Baca Juga :  Disekolah Perlu Adanya Rohis

Terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp380,950 miliar, Belanja Subsidi terbagi menjadi beberapa nomenklatur yaitu Belanja Hibah sebesar Rp 6,050 miliar, Belanja Bantuan Sosial senilai Rp 2 miliar.

Selain itu, Belanja Bantuan Keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa sebesar Rp 1,109 miliar dan belanja tidak terduga sebesar Rp 5 miliar.

Sedangkan Belanja Langsung (BL), dialokasikan Rp 580,425 miliar untuk membiayai belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal.

Wali Kota Tanjungpinang, H Syharul menuturkan, defisit anggaran diperkirakan akan ditutup dengan anggaran lebih tahun ini. Dinataranya, Silpa BLUD sebesar Rp 9 milia, Silpa JKN sebesar Rp 750 juta dan Silpa BOS sebesar Rp 400 juta.

Baca Juga :  Rumah Singgah Istana Kota Lama Rusak Parah

Syharul menuturkan, pada prinsipkan kegiatan yang bersentuhan langusng dengan masyarakat akan diakomodir, begitu juga dengan pokok-pokok pikiran dewan, berdasarkan permintaan masyarakat akan dipertimbangkan sesuai kemampuan anggaran.

Terkait pendapatan daerah, Syahrul menuturkan, sebagaimana yang telah dibahas bersama, ditargetkan PAD pemerintah Kota Tanjungpinang senilai Rp 137.341 miliar.

Terdiri dari, pajak daerah senilai Rp 78,451 miliar, retribusi daerah sebesar Rp 6,007 miliar
dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 4,011 miliar.

Selain itu, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp 48,871 miliar. Pendapatan transfer pemerintah pusat/dana perimbangan senilai Rp 754,508 miliar. Terdiri dari, Bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak sebesar Rp 126,915 miliar.

Baca Juga :  Mantan Pegawai PT Pos Dituntut Dua Tahun Penjara

Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 489,649 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp 51,021 miliar dan DAK non fisik sebesar Rp 46,086 Miliar

Ia menuturkan, pendapatan lain-lain daerah yang sah, sesuai dengan keputusan bersama-sama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Tanjungpinang mengusulkan sebesar Rp 73,535 miliar atau bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dari provinsi dan pemerintah daerah Lainnya. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here