Rumah Pengusaha Dijadikan Tempat Beribadah Sementara

0
605
TOKOH agama dan aparat keamanan serta elemen masyarakat foto bersama usai dialog membahas persoalan tempat ibadah di aula Kantor Camat Jemaja kemarin. F-ISTIMEWA

ANAMBAS – Semula beredar isu tentang adanya perbedaan pendapat di kalangan masyarakat terkait pembangunan gedung milik pengusaha yang diduga dijadikan rumah ibadah.

Untuk mengatasi kesalahpahaman, , tokoh agama menggelar dialog yang berjalan dengan lancar dan aman di aula Kantor Kecamatan Jemaja, Selasa (8/5).

Dialog itu sudah sepakati, bahwa gedung bangunan yang dimiliki salah seorang pengusaha di Letung Kecamatan Jemaja diperbolehkan untuk beribadah bagi umat kristiani jelang gereja dibangun. Artinya, bangunan itu hanya bersifat sementara saja.

”Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah melakukan mediasi ini, tentu kita juga bersyukur bahwa bangunan tersebut bisa dijadikan tempat ibadah kami meskipun sifatnya masih sementara,” ungkap Acin Hartono, istri pemilik bangunan tersebut kepada wartawan, kemarin.

Baca Juga :  Jalan SP Butuh Biaya Besar

Acin sebagai istri pemilik bangunan, tidak mempermasalahkan hal ini. Ia juga berharap kepada masyarakat, agar saling menghargai dalam keharmonisan antar agama. Dengan hal ini, ia juga meminta maaf kepada masyarakat khususnya di Desa Batu Berapit Kecamatan Jemaja pada umumnya atas kesalahpahaman selama ini. ”Saya juga berterima kasih dan meminta maaf kepada masyarakat seluruhnya atas kesalahpahaman selama ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Kepulauan Anambas Drs M Marquzi Khozin menjelaskan, bahwa dalam mendirikan rumah ibadah ada syarat dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai pasal 29 ayat 1 dan 2.

Baca Juga :  Labuh Jangkar Jadi Pendapatan BUMdes

Maquzi menjelaskan, bangunan itu belum ditetapkan sebagai gereja dan harus memiliki jamaat minimal 90 orang. Menurutnya, syarat dan ketentuan itu harus dipenuhi untuk sementara bangunan itu bisa dijadikan tempat peribadatan namun belum bisa dikatakan sebagai gereja.

”Tentu membangun tempat ibadah itu, harus mengikuti peraturan dan mengikuti perundang-undangan yang berlaku. Untuk sementara, bangunan yang dimiliki pak Hartono bisa dilaksanakan aktivitas peribadatan bagi umat kristiani,” jelasnya.

Sedangkan, dari Anggota Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kepulauan Anambas Ronald mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas fasilitasi terkait hal ini kepada semua pihak. Bangunan itu bisa dijadikan tempat beribadah, bagi umat kristiani meskipun hanya sementara.

Baca Juga :  Koperasi Anambas Bermadah Berbenah

Ia juga akan menyarankan kepada pengurus atau yayasan, agar dapat mengajukan izin kepada pihak Pemda ke depannya. ”Dengan adanya kegiatanmusyawarah ini, ia juga mengapresiasi bahwa saat ini sudah ada jawaban dan kesepakatan yang pasti dan tentu umat kristiani yang ada di Jemaja bisa menjalankan ibadah dengan baik dan aman,” ucap dia.

Ia menambahkan, pertemuan kemarin disaksikan pihak Pemerintah Kecamatan Jemaja, Kemenag, Uspika, KUA, FKUB, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat dan pemilik bangunan. (end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here