Sambungan Air Limbah Digratiskan

0
844
saluran pipa : Pekerja saat memasang pipa di Batam beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – Pipa air limbah ke rumah warga di Batamcenter akan dibangun mulai tahun 2017 ini. Penyambungan pipa kerumah itu akan dimulai dengan pembuatan pipa induk dari industri pengelolaan air limbah (IPAL) di Bengkong.

Untuk pengoperasiannya baru akan dimulai pada 2019 mendatang. Ke depannya, saluran air limbah rumah tangga tidak lagi mengalir di parit dan bermuara di dam atau di laut, namun akan ditampung di Bengkong. Demikian diungkapkan Kabag Air Limbah, Badan Pengushaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, Jumat (26/5) di Batam.

Katanya, perencanaan pembangunan pipa ke rumah warga itu sudah disiapkan.
”Kita akan buat dulu saluran pipa-pipa induk. Untuk Tahap awal, khusus daerah Batamcenter dulu. Saluran ke Batamcenter ini merupakan penyambungan dari IPAL di Bengkong Sadai,” ungkap Iyus.

Baca Juga :  Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Dipuji Menpar

Untuk pembangunannya, BP batam akan terus koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umur Perumahan Rakyat (PUPR). ”Itu PR (pekerjaan rumah) kami yang pertama. Pada tahun 2019, kita akan dioperasikan,” bebernya.

Diakuinya, pipa itu akan disambungkan ke pelanggan rumah tangga di Batamcenter secara gratis.? ”Selama 30 bulan akan dilakukan sambungan. Sementara tarif dan pengelolaannya, ke depan akan disesuaikan dengan tarif air minum,” katanya.

IPAL Bengkong dibangun BP Batam yang bersama dengan investor Korea karena di Korea sendiri sedang melakukan pengembangan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) atau Waste Water Treatment Plant (WWTP). Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro menyebutkan, IPAL ini sangat penting bagi program kerja pembangunan Batam ke depan.

Baca Juga :  ATB Sebut Kondisi Air di Batam Kritis

Dengan pembangunan itu, Batam akan memiliki sistem pengelolaan air limbah yang berteknologi tinggi yang ramah lingkungan. BP Batam akan menjaga kelestarian akan air dan mencegah pencemaran lingkungan di Batam.

“Pembangunan IPAL atau WWTP ini dimaksudkan untuk mendukung perkembangan Batam menjadi kawasan industri yang berwawasan lingkungan,” kata Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya Purba Robert S.

Dipilihnya lokasi di Bengkong Sadai, karena ingin menyelamatkan sumber air bersih di dam duriangkang. Dengan fasilitas IPAL ini tentunya pencemaran akan limbah dapat teratasi.

Baca Juga :  340 Perizinan Pindah ke MPP

”Pembangunan fasilitas IPAL tahap 1 ini dapat terwujud berkat bantuan dari pihak pemerintah Korea yang memberikan pinjaman soft loan yang pembangunannya dikerjakan oleh Hansol EME Co. Ltd,” bebernya.

Dan pembangunan fasilitas IPAL tahap 1 ini rencananya akan tersambung untuk 11 ribu rumah dengan sambungan pipa sepanjang 114 km. IPAL ini memiliki teknologi yang cukup maju dimana hasil limbah yang dikelola tidak mengeluarkan bau, hemat biaya, dan tentunya diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Batam untuk mengenal teknologi yang dikembangkan oleh pihak Korea.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here