Sampah Plastik Jadi Kursi Empuk

0
811
SALAH satu contoh pemanfaatan sampah plastik yang disulap jadi tempat duduk melalui program Ecobrick. f-istimewa

Sosialisasi Mahasiswa KKN Stisipol Tanjungpinang di Anambas

Sampah plastik yang sudah dipilah dan dibersihkan bisa dikreasikan sehingga bernilai ekonomis seperti membuat kursi empuk. Inilah salah satu upaya mengurangi sampah plastik di lautan Anambas yang dilakukan mahasiswa.

ANAMBAS – SAAT ini, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang siap membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) mengatasi sampah plastik.

Untuk itu, dengan mengajak masyarakat Anambas memanfaatkan sampah plastik yang bisa disulap jadi barang berguna atau disebut Ecobrick.

Hal itu dilakukan mahasiswa yang kini sedang kelompok KKN di Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Ketua kelompok KKN Stisipol Raja Haji Desa Berapit Cahya Sumirat menjelaskan, bahwa Ecobrick menjadi salah satu solusi jitu untuk mengurangi sampah plastik.

Karena, lanjut dia, membutuhkan waktu lama agar sampah plastik terurai secara alami.

Untuk itu, Ecobrick bisa menjadi salah satu solusinya. Caranya, dengan memasukkan sampah plastik tersebut ke dalam botol air mineral kemasan berbahan plastik yang berukuran besar maupun kecil hingga padat.

”Kami sangat mendukung, jika Pemerintah Daerah (Pemda) KKA serius untuk mengatasi sampah plastik di laut. Pasca kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti di Kabupaten Anambas, Pemda KKA akan membuat program pemberantasan sampah di laut demi kemajuan perekonomian perikanan dan pariwisata anambas ke depannya lebih baik. Dengan Ecobrick ini, tentunya bisa membantu dan mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah plastik,” sebut Cahya Sumirat, Rabu (24/7).

Mengurangi sampah plastik, maka ia bersama mahasiswa di kelompok KKN-nya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelajar di wilayah Desa Batu Berapit untuk memerangi sampah plastik.

Sekaligus memperkenalkan solusi pengurangan sampah plastik, melalui program Ecobrick tersebut.

”Kami mahasiswa sangat peduli. Siap membantu Pemda membersihkan sampah plastik. Kita mengajak masyarakat dan khususnya para pelajar untuk cinta terhadap laut. Tentunya agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat,” terang Cahya Sumirat.

Dengan memilik alam yang indah, Desa Batu Berapit sangat berpotensi mengembangkan sektor pariwisata ke depannya.

Di samping itu, masyarakat di Desa Batu Berapit begitu ramah.

Belum lama ini, Menteri Keluatan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti menitipkan pesan untuk Bupati Anambas Abdul Haris SH agar menjaga kebersihan dan kelestarian serta kelangsungan ekosistem maupun biota laut di Kabupaten Anambas.

Susi Pudjiastuti pekan lalu menghadiri dan membuka event akbar pariwisata Festival Padang Melang (FPM) ke-V di Pantai Melang.

Abdul Haris berkesempatan menemani menteri dengan jargon tenggelamkan itu, berenang di Pulau Ayam dan menjelajahi beberapa wilayah lainnya di Anambas.

”Saat menemani Bu Menteri, saya diperintah untuk menjaga kebersihan dan kelestarian biota laut, khususnya terumbu karang,” kata Haris, Rabu (17/7) lalu.

Bupati Abdul Haris SH dan Wakil Bupati Wan Zuhendra baru-baru ini juga menggelar gotong-royong (goro) bersih-bersih sampah di seputaran Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja, Jumat (19/7) lalu.

Langkah tersebut, agar lingkungan di kota Letung bersih dan terbebas dari sampah. Kegiatan itu, juga diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi KKN kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang.

Pada kesempatan itu Abdul Haris SH mengatakan, gotong-royong yang dilakukan agar lingkungan dapat bersih dan indah.

”Kebersihan itu sebagian dari iman, maka dari itu jagalah lingkungan kita dari sampah,” ujar Haris.

Ia mengatakan, sampah merupakan momok yang menakutkan saat ini, karena produksinya sangat tinggi sehingga dapat merusak lingkungan.

Apalagi sampah plastik itu akan sangat merusak dan sulit terurai. Ini yang perlu menjadi atensi dari seluruh masyarakat.

”Jangan buang sampah sembarangan, buang sampah pada tempatnya. Apalagi di laut karena akan merusak ekosistem,” tuturnya.

Ia menambahkan, sampah ini telah menjadi perhatian internasional.

Bahkan pada saat kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti beliau menegaskan, untuk tidak membuang sampah di laut.

Beliau mewanti-wanti agar tidak membuang sampah di laut, karena sampah dapat merusak ekosistem,” katanya.

Ecobrick sendiri merupakan salah satu metode pengolahan limbah sampah plastik menjadi barang serbaguna. Mulai dari bangku hingga panggung pertunjukan dapat dibuat menggunakan metode Ecobrick. Metode ecobrick merupakan metode terakhir dalam pemanfaatan limbah plastik.

Ketika sampah plastik tidak dapat terurai dengan sendirinya, maka diolah kembali menjadi barang lain seperti kerajinan tas maupun kerajinan yang lainnya, ecobrick dapat menjadi solusi. Pelatihan diawali dengan pengenalan sampah plastik dan bahayanya bagi tubuh manusia maupun lingkungan.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here