Sarana Distribusi BBM Harus Memadai

0
434
SATU unit kapal pompong pengangkut BBM jenis bensin terbakar di Pelabuhan Selat Lampa, Selasa (23/10). Akibat peristiwa ini satu orang ABK tewas terbakar. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Ketua DPRD Natuna Yusripandi menegaskan, pemerintah dan Pertamina harus memfasilitasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke pulau-pulau semaksimal mungkin. Penegasan ini disampakan sebagai respon, atas peristiwa kebakaran pompong pengangkut BBM yang sudah terjadi berulang-ulang selama kurun 2016 hingga 2018.

NATUNA – ”Pada upaya mendistribusikan BBM ini, pemerintah dan Pertamina harus menyiapkan sarana yang memadai. Karena minyak ini memiliki kerentanan tersendiri, dan sangat mudah terbakar,” kata Yusripandi di Ranai Darat, kemarin.

Seharusnya, ada sarana khusus di Natuna yang berfungsi sebagai alat distribusi minyak.

Menurutnya, alat itu secara reguler berkeliling ke pulau-pulau untuk melayani keperluan kebutuhan BBM bagi masyarakat.

”Idealnya, pemerintah dan Pertamina harus memiliki semacam tongkang untuk mengangkut minyak ini. Karena kalau minyak diangkut menggunakan pompong seperti sekarang, sangat bahaya dan rawan terbakar,” jelasnya.

Ia berjanji, pihaknya akan segera mengajak pemerintah dan pertamina untuk membahas hal ini agar dapat dianggarkan dan dilaksanakan.

Baca Juga :  Rumkit Integritas Siap Melayani Masyarakat

”Kami akan panggil pemerintah dan pertamina. Persoalan ini harus diatasi agar kejadian yang sama tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Selain itu, faktor alam juga mempengaruhi pendistribusian BBM seperti angin dan gelombang tinggi setiap tahunnya.

Sehingga, masyarakat pulau sulit mendapatkan BBM karena terhambat pendistribusian.

Kondisi ini terjadi, karena kondisi laut tidak memungkinkan dengan gelombang besar yang menghambat distribusi bahan bakar.

Untuk itu, Yusripandi berharap ada pembenahan terkait moda angkutan BBM yang memadai.

”Kita kini memiliki geografis berupa pulau-pulau. Tentu tantangannya adalah alam, dan kemarin terbakarnya kapal pompong pengakut BBM merupakan musibah kesekiankalinya. Ini yang harus kita tingkatkan, bersama pihak Pertamina,” tegasnya.

Beberapa hari lalu kapal pompong pengangkut BBM jenis bensin terbakar di Pelabuhan Selat Lampa, Selasa (23/10). Akibat pristiwa ini, satu orang ABK terwas terbakar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Natuna, Syawal Saleh melalui Kasi Damkarnya Elkadar Lesmana menuturkan, pompong tersebut terbakar saat sedang melakukan pingisian BBM jenis bensin.

Baca Juga :  34 Pejabat Pemkab Rebut 7 Jabatan

Kapal kecil ini rencananya, akan mengangkut sebanyak 3 ton BBM bensin ke Kecamatan Midai. Namun, penyebab kejadian itu belum bisa dipastikan.

Kapal naas itu diawaki oleh dua orang, masing-masing bernama Hn (28) sebagai nakhoda dan Sh(28) sebagai ABK.

”Mereka warga desa Tanjung Batang Kecamatan Pulau Tiga. Sahroni ini yang meninggal,” kata Elkadar di tempat kerjanya.

Dikatakannya, upaya pemadaman dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitar pelabuhan dengan alat seadanya.

Sementara, Damkar tidak berdaya untuk melakukan upaya ini karena terkendala jarak yang cukup jauh.

”Kita tidak ada menurunkan kendaraan pemadam karena jaraknya jauh. Kalau kita turun keburu habis pompongnya terbakar sebelum kita sampai sana. Jarak TKP sekitar 79 kilo meter dari markas kami,” ujarnya.Ia berharap ke depan, ada semacam unit pemadam kebakaran di kawasan itu.

Karena selain kejadian yang sama, sudah terjadi berulang-ulang dan Selat Lampa juga merupakan salah satu kawasan paling vital di Natuna dan butuh unit pemadam.

Baca Juga :  Hamid Prioritaskan 4 Sektor Pembangunan

Kejadian yang sama, juga terjadi bulan Mei lalau. Srebuah kapal kayu pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) antarpulau yang terbakar tepat di depan pelabuhan Selat Lampa, Selasa (15/5) siang.

Awalnya, kapal kayu yang biasa mengisi bahan bakar minyak jenis premium untuk diantar ke Kecamatan Midai itu mengalami kebakaran hebat. Sehingga membuat warga pada heran, dan melihat api mulai membesar, para petugas Pertamina bersama warga sekitar mencoba untuk memadamkan dengan alat seadanya.

Untuk itu, Yusripandi berharap, demi kelancaran pendistribusian BBM ke pulau-pulau dibutuhkan armada khusus yang memadai. Sehingga, kejadian yang sudah terulang kembali beberapa hari lalu tidak terjadi lagi yang memakan korban. (HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here