Satker PJN Segera Aspal Jalan Nasional

0
713
Endry Djamal
Pihak Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJGN) wilayah I Kepulauan Riau, meninjau Jalan Nasional yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) dan akan mengaspal jalan tersebut.

ANAMBAS – Total Jalan Nasional yang ada di Anambas, hanya sepanjang 31 Kilometer (Km).

Bahkan tahun ini, akan dilakukan pengaspalan sepanjang 2,5 Km saja.

Jalan itu terbagi di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Siantan dan Kecamatan Palmatak.

Sedangkan, ruas jalan lain di Anambas merupakan jalan dari provinsi dan jalan yang dibangun oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Perkerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR).

Kepala Satuan Kerja PJN 1 Kepulauan Riau (Kepri) Endry Djamal mengatakan, ruas jalan di Kecamatan Siantan itu sepanjang 9,5 Km.

Baca Juga :  Sepekan Air Tak Ngalir

Untuk ruas jalan Kecamatan Palmatak itu, hanya sepanjang 21.9 Km.

”Kedatangan kami ke Anambas ingin melihat langsung, kondisi dua ruas jalan nasional yang telah dibangun didaerah ini,” kata Endry, Kepala Satuan Kerja PJN 1 Kepri, Rabu (20/3).

Ia menyebutkan, dari pengamatan dilapangan ada beberapa hal yang dibenahi di Anambas.

Salah satunya adalah, jalan nasional yang ada masih terlalu sempit dan pelebarannya tidak mungkin lagi dapat dilakukan.

”Untuk pelebaran jalan nasional di Anambas, kita agak kesulitan karena terlalu menempel dengan rumah masyarakat, disisi lain juga harus langsung ke jurang yang menganga,” jelasnya.

Baca Juga :  Satgas Pangan Temukan Produk Kedaluwarsa

Ia melanjutkan, ditahun 2019 ini akan dilaksanakan pengaspalan 1 lapis ruas Jalan Nasional di Anambas, sepanjang 2,5 Km dan saat ini masih dilihat dimana lokasinya dimana.

”Saya masih baru, ini pertama turun jadi sosialisasi dan koordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Daerah. Apabila memungkinkan akan ada perubahan perubahan hal yang teknis, dalam satu pelaksanaan,” terangnya.

Endry mengakui, saat peninjauan dilakukan di Anambas ada satu hal yang aneh didaerah ini dan tidak pernah didapat di daerah lain di provinsi manapun di Indonesia.

Aneh yang dimaksudnya, yakni Jalan Nasional yang terputus dan disambung dengan Jalan Kabupaten.

Baca Juga :  Desa Perlu Prioritaskan Program Kesehatan

Hal ini, kata dia akan dikaji karena Jalan Nasional itu mesti terhubung satu sama lain.

Mungkin di tahun 2020, ada revisi satu sama lain dan ini akan dijadikan satu kesatuan.

”Jalan Nasional itu standarnya dengan lebar 7 meter, dengan masing-masing bagian dua meter dengan total 11 meter. Dengan kondisi yang ada saat ini. Hal itu tidak mungkin dapat di lakukan, karena melebarkan pada kondisi los yang sempit dan jurang yang sudah menunggu,” katanya. (INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here