Sebayur Jadi Kawasan Industri

0
434
STAF ahli bupati dan kabag ekonomi saat berkunjung ke Desa Marok Tua melintasi jembatan warga setempat yang diusulkan untuk diperbaiki menjadi jembatan permanen. F-ISTIMEWA

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga memperkenalkan rencana pengembangan Kawasan Industri Sebayur, yang berlokasi di Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga.

LINGGA – Sebayur, sebagai pilihan alternatif bagi calon investor selain kawasan industri di Pulau Batam, Bintan dan Karimun (BBK).

Posisi geografis Kabupaten Lingga yang berbatasan langsung dengan tiga provinsi, yakni Riau, Jambi dan Bangka Belitung, merupakan keunggulan komparatif yang dimiliki kawasan Sebayur bila dibandingkan dengan kawasan industri lainya.

”Bagi calon investor yang menginginkan ketenangan dalam berinvestasi, silakan datang ke Lingga. Tahun ini, kami sudah memulai rencana pengembangan kawasan industri Sebayur dengan segala keunggulannya,” ungkap Bupati Lingga, H Alias Wello, Rabu (13/11).

Awe sapaan akrab Alias Wello mengungkapkan, progtam pemerintah mulai mendorong kebijakan pengembangan perwilayahan industri di luar Pulau Jawa.

Baca Juga :  Pemkab Diminta Dukung Pengusaha Melayu

Sehingga, Sebayur menjadi peluang emas bagi Lingga untuk menawarkan keunggulan komparatif kawasan industri.

”Kita punya air bersih yang melimpah, lahan yang cukup luas dan jauh dari pemukiman masyarakat,” ujar Awe.

Awe meyakini, kawasan industri Sebayur yang diproyeksikan seluas 3.000 hektare tersebut memiliki prospek cerah untuk berkembang menjadi kawasan industri.

Ke depannya, Sebayur bisa diperhitungkan di wilayah perbatasan Singapura dan Malaysia.

”Lingga ini punya potensi sumber daya alam yang melimpah. Ada belasan air terjun yang mengalir sepanjang masa, ada lahan pertanian, perkebunan, peternakan yang cukup luas, ada kandungan bahan tambang, seperti timah, bauksit, bijih besi, granit, pasir silica dan pasir bangunan. Ini semua menjadi daya tarik tersendiri bagi Lingga,” katanya.

Baca Juga :  BPNB Teliti Asal Usul Nama Desa

Awe tak menampik, jika dalam pelaksanaan pembangunan kawasan industri Sebayur nantinya dapat dikerjasamakan antara pemerintah.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden, Nomor : 38 Tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.

”Dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) kemarin, kita sudah bicara dengan teman-teman dari Kementerian Keuangan dan Bappenas mengenai bentuk dan mekanisme kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ini. Soal layanan admistrasi perizinan, saya pastikan lebih mudah, cepat dan gratis,” imbuhnya.

Ironisnya, jembatan yang dilalui oleh rombongan Pemkab Lingga di Desa Marok Tua ke kawasan Sebayur belum ada tanda-tanda ingin dibangun oleh Pemda.

Sejatinya, Sebayur yang beradas di Desa Marok Tua akan dijadikan kawasan industri.

Baca Juga :  Agar Dapat Bantuan, Bentuk Kelompok Tani

Jembatan tersebut, sebagai akses ke jalan utama yang memghubungkan pusat Pemerintahan Kecamatan dan perekonomian yang kini kondisinya memprihatinkan.

Jembatan itu sudah mulai bergoyang, bila dilalui warga dengan mengunakan sepeda motor.

”Memang jembatan ini baru beberapa bulan diperbaikai setelah roboh. Namun, kini kondisinya sudah bergoyang dan rawan terjadi kecelakaan,” kata Zuo, salah seorang warga, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, janji pemerintah untuk membangun jembatan permanen dengan beton hingga saat ini tidak ada kejelasannya. Sedangkan, bila terus diperbaiki dengan kayu seperti yang selama ini dilajukan hanya dapat bertahan dalam beberapa bulan. (TENGKU)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here