Sebulan Dipantau, Nelayan Pengebom Ikan Ditangkap

0
472

TAMBELAN – Komplotan nelayan yang kerap melakukan aksi pengeboman ikan di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan akhirnya ditangkap polisi, Selasa (30/7) siang.

Penangkapan dilakukan oleh Polsek Tambelan bersama TNI AD dan Satpol PP itu berhasil mengamankan 4 nelayan asal Kalimantan Barat (Kalbar) yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di Perairan Pulau Penyemuk Desa Pulau Mentebung.

Empat orang pelaku yaitu Hasbullah bin Abu Talib (40), Amiruddin bin La Peu (48), Ilham bin Muhammad Hairi (49), dan Rusdianto bin Nazaruddin (38).

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang melalui Kapolsek Tambelan, Ipda Missyamsu Alson mengatakan aktivitas illegal fishing ini sudah lama jadi buruannya. Sehingga pihaknya bersama TNI AD dan Satpol PP terus melakukan pengawasan dan patroli secara rutin.

“Pengungkapa dimulai pada Senin lalu oleh Bripka Bayi Anderiadi yang mengetahui adanya aktivitas nelayan pengebom ikan dengan bom rakitan di Perairan Pulau Penyemuk Desa Pulau Mentebung. Lalu sekitar Jam 09.00 WIB, anggota kami melakukan pengejaran namun tekong dan abk-nya berhasil kabur. Hanya satu unit pompong yang digunakan untuk melakukan aksi illegal fishing berhasil di amankan,” ujar Alson.

Pelaku yang kabur terdiri dari 1 tekong dan 3 ABK. Mereka kabur ke darat Pulau Penyemuk. Lalu polisi berkoordinasi dengan TNI AD dan Satpol PP untuk melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku illegal fishing itu bersama-bersama.

“Sekitar jam 1 siang 4 personil polsek, 2 personil TNI-AD serta 2 anggota Satpol PP ke Pulau Penyemuk dengan menggunakan Kapal KM Astakona,” katanya.

Kapal berkapasitas 34 Grosstone (GT) itu lanjutnya, melakukan penyisiaran di Pulau Penyemuk. Tak melihat tanda-tanda adanya kapal yang berlayar tim gabungan langsung menelusuri seluruh daratan pulau tersebut.

Setengah jam kemudian atau sekitar pukul 14.00 WIB, tim gabungan berhasil meringkus 3 pelaku diantaranya Hasbullah bin Abu Talib, Ilham bin Muhammad Hairi dan Rusdianto bin Nazaruddin. Lalu, pelaku tersebut di bawa ke dalam KM Mentebung berkapasitas 25 GT untuk diintrogasi. 

“Hari Senin baru 3 pelaku yang berhasil kami tangkap. Namun kami tidak berhenti disitu, setelah menggali informasi dari 3 pelaku kami terus melakukan pencarian,” jelasnya.

Keesokan harinya, Selasa (30/7) tim gabungan kembali melanjutkan pengejaran terhadap satu orang pelaku lagi yaitu Amiruddin bin La Peu. Sekitar pukul 07.00 WIB akhirnya pelaku berhasil dibekuk.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti diantaranya 1 unit pompong berkapasitas 5 GT tanpa dukumen dan tanda selar, 1 unit kompresor dan selang, 2 buah daker (alat pernapasan dalam air) merk ocean divers, Amonium Nitrate 3 karung seberat 75 Kg.

Kemudian juga ada bahan lainnya untuk merakit bom juga berhasil diamankan. Yaitu 8 ken kapasitas 2 liter, 8 botol kaca, 2 botol mineral merk For3, 2 buah detonator rakitan telah dipasang sumbu, 1 unit GPS merk Furuno GP32, 1 unit Fish Finder merk Garmin 350c, 12 bungkus Gaharu, 1 bungkus karet, 10 buah busa penutup botol kaca, 1 buah kayu untuk memasukkan detonator ke dalam botol, 2 buah jeriken pencampur bahan peledak, 2 gulung tali rapia, 3 buah cedok ikan dan 3 unit Hp Nokia dan 1 ton ikan hasil tangkapan. (aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here