Sediakan Tempat Cuci Tangan

0
132
MAHASISWI dari STAIN-SAR Kepri, Desty Wulandari saat menyerahkan tempat pencuci tangan kepada pihak pengurus Surau Baitussalam di Kel. Pinang Kencana. F-ISTIMEWA

BINTAN – Mendukung program pemerintah, masyarakat harus rajin mencuci tangan upaya mencegah penularan virus Korona, mahasiswi buat tempat pencuci tangan.

Selain itu, juga disediakan tempat sabun serta poster tata cara untuk mencuci tangan dengan benar.

Alat itu diberikan kepada pihak Kelurahan Pinang Kencana, dan akan ditempatkan di Surau Baitussalam.

Hal itu disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan KKN kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Sultan Abdurrahman (STAIN-SAR) Kepulauan Riau, Mhd. Abror, M.Ag kepada Tanjungpinang Pos.

”Alat itu salah satu kreasi dari peserta KKN DARING STAIN-SAR Kepri. Sehingga, pembuatan alat untuk cuci tangan itu dapat membantu memutusan rantai Covid-19 ditengah masyarakat,” ucap Abror, Kamis (15/10).

Baca Juga :  Tanam Bibit Terumbu Karang di Laut

Alat pencuci tangan itu, telah diserahkan untuk Surau Baitussalam dan diterima oleh Seklur Pinang Kencana.

Alat tersebut, diberikan oleh mahasiswi yang sedang melaksanakan KKN Daring STAIN-SAR individu yakni bernama Desty Wulandari dari Kelompok Pink.

Dengan harapan, masyarakat terus mengindahkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19.

Mahasiswa dari Kampus STAIN-SAR Kepri saat ini sedang melaksanakan KKN dengan metode PAR dan ABCD.

Metode PAR adalah Participatory Action Research yakni metode riset yang dilaksanakan secara partisipatif diantara warga masyarakat dalam suatu komunitas.

Baca Juga :  Besok, Mahasiswa STAI-MU Latihan Kepemimpinan

Sedangkan metode ABCD merupakan, pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat difokuskan pada pengembangan aset yang dimiliki masyarakat, sebagai basis utama pengembangan masyarakat.

Metode ini lebih cenderung kepada pemetaan aset, yang berada di wilayah KKN tersebut. Hal ini disampaikan Kepala P3M yakni Doni Septian, M.IP.

”KKN kali ini mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis online di wilayah tempat tinggal masing-masing secara mandiri. Dengan membuat konten-konten edukasi yang kreatif dan inovatif, sesuai dengan tema yang ada dengan memanfaatkan platform media sosial seperti WA Grup, Youtube, Instagram, Twitter dan lainya. Selanjutnya, peserta membuat laporan kegiatan untuk KKN seperti log book, jurnal ilmiah, dummy, dan link kegiatan yang diunduh di akun media sosial masing-masing,” tutur Doni Septian.

Baca Juga :  Aulia dan Virus Cinta Batik

Selanjutnya, sesuai dengan tema tahun ini maka target capaian yang diharapkan tahun ini adalah bagimana mahasiswa atau peserta KKN mampu memberikan ide-ide atau gagasan yang kreatif dan inovatif yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here