Sekolah Boleh Adakan Acara Perpisahan

0
1603
MEMBERI MOTIVAS: Kadis Pendidikan Pemko Tanjungpinang HZ Dadang AG saat memberikan motivasi kepada siswa sebelum menghadapi UN SMP, belum lama . F-HUMAS PEMKO TANJUNGPINANG

Rapat Bersama Komite Sekolah jadi Acuan

TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG mempersilakan pihak sekolah membuat acara perpisahan perayaan kelulusan siswa di tingkat SD maupun SMP.

Diperbolehkan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

Dalam peraturan ini disebutkan, bahwa Komite Sekolah boleh melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsi dalam memberikan dukungan tenaga, sarana, prasarana serta pengawasan pendidikan.

Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan tertuang dalam Pasal 10 ayat (2) Permendikbud ini.

Baca Juga :  Sebanyak 3. 535 Siswa SD Terima Dana PIP

Terpenting ia berpesan kepada pihak sekolah harus mengelola uang perpisahan yang dikumpulkan dari siswa atau donatur dengan benar serta transfaran atau terbuka. Jika ini dilakukan maka pihak sekolah tidak menyalahi rambu-rambu pendidikan atau masuk kategori Pungutan liar (Pungli).

”Kami juga sudah lakukan komunikasi dengan Pihak Saber Pungli terkait hal ini. Asalkan mengikuti aturan tidak persoalan dan pihak sekolah tak perlu takut melaksanakan acara perpisahan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (4/5).

Dijelaskannya, salam penentuan jumlah sumbangan juga perlu dirapatkan. Ini biasanya dilakukan Komite Sekolah yang terdiri dari Orangtua atau wali dari siswa, tokoh masyarakat dan pakar pendidikan.

Baca Juga :  SD 004 Tanjungpinang Timur Menjadi Sekolah Rujukan

”Jadi Komite Sekolah harus adakan rapat dan surat pernyataan persetujuan dari anggota yang hadir,” terangnya.

Dalam waktu dekat rencananya, Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah akan mengundang seluruh sekolah TK, SD dan SMP untuk bertemu dengan pihak yang bertugas di Satuan Berantas Pungutan Liar disebut (Saber Pungli) dalam upaya memberikan pemahaman.

Kepala SMPN 4 Tanjungpinang, M Dirman mengakui ada keinginan melakukan perpisahan untuk melepas atau peringatankelulusan siswa kelas IX.

”Kami ingin ada acara perpisahan peserta didik kelas IX di sekolah. Meskipun acaranya nantinya sederhana tetap harus diadakan,” tuturnya.

Begitu juga Misnaneli Kepala SMPN 7 Tanjungpinang yang berencana melakukan perpisahan. Hanya saja untuk hal ini, agar tak menyalahi aturan akan melakukan komunikasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  4 Januari Siswa Terima Rapor

Baginya, saran dari Dadang selaku Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, sangatlah penting. Sehingga acara perpisahan yang dilakukan di sekolah tidak menyalahi aturan yang berlaku. Dan juga tidak disebut Pungli.

”Tentu kita ingin adanya pelepasan murid ke orangtuanya. Semua ini tergantung saran dari Pak Dadang selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang,” sebutnya.(ANDRI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here