Selamat Bekerja Wagub Kepri

0
777
Raja Dachroni

Oleh: Raja Dachroni
Direktur Gurindam Research Centre (GRC)

Melalui mekanisme dan drama politik yang relatif panjang, akhirnya Kepulauan Riau memiliki Wakil Gubernur yang akan mendampingi Gubernur Nurdin Basirun 2,5 tahun ke depan. Inilah takdir politik Wakil Gubernur Kepri terpilih Isdianto yang juga merupakan adik kandung almarhum Gubernur Kepri H.M Sani. Dilantiknya Isdianto kemarin Selasa (27/3/2018) merupakan jawaban dari tulisan penulis sebelumnya di Tanjungpinang Pos (25/07/2017), “Menanti Akhir Cerita Pemilihan Wagub Kepri”. Selamat bekerja Wagub Kepri, Isdianto.

Beragam pelajaran yang bisa diambil dari proses drama politik yang cukup panjang ini, ada yang suka namun ada juga yang tidak begitu suka, tapi inilah mungkin yang dikatakan takdir, selamat buat Pak Isdianto, mudah-mudahan bisa cepat bersinergi dan membantu kerja-kerja Gubernur Nurdin. Kalian harus mesra. Titik. Jika melihat drama politik yang begitu panjang paling tidak ada peristiwa menarik yang bisa kita ambil pelajaran dalam memperkaya khasanah demokrasi kita.

Pertama, tarik-ulur persoalan penetapan calon Wakil Gubernur. Hal ini dimulai dengan berkecamuknya antara partai pengusung dalam mengusung Calon Wakil Gubernur pendamping Nurdin Basirun pasca berhalangan tetapnya mantan Almahrum H.M Sani sebagai Gubernur Kepulauan Riau. Demokrat, PKB, PPP, Gerindra dan NasDem. Demokrat sempat memunculkan nama Agus Wibowo dan Isdianto, Gerindra memunculkan nama Isdianto dan Fauzi Bahar, Partai Kebangkitan Bangsa Isdianto dan Mustafa Widjaja, Partai Nasional Demokrat Isdianto dan Rini Fitrianti, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan merekomendasikan Isdianto, Fauzi Bahar, dan Mustafa Widjaja.

Baca Juga :  Selamatkan Perairan Kepri dari Limbah Berbahaya

Tidak seiramanya dalam pengusungan nama ini salah satu faktor membuat panjangnya episode pemilihan Cawagub Kepri. Kedua, regulasi atau aturan yang mengatur persoalan ini perlu didudukkan kembali. Mengingat dalam peraturan perundang-undangan yang ada partai politik pendukung harus mengusulkan dua nama dan secara realitas politik jika partai politik pendukung terlalu banyak tentu tidak mudah menyusun dua nama tersebut. Idealnya, peraturan perundang-undangan harus mengatur dengan tegas kewajiban bagi kepala daerah untuk memiliki wakil dan wakil ditentukan oleh kepala daerah tanpa melewati mekanisme yang panjang partai politik pendukung. Partai politik pendukung cukup mengaminkan selera kepala daerah, mengapa? Karena kita tahu wakil kepala daerah tugasnya melengkapi dan membantu kepala daerah. Jika wakil kepala daerah diminta langsung oleh kepala daerah kecil kemungkinan pecah kongsi akan terjadi.

Baca Juga :  Jangan Abaikan, Setop Kekerasan Pada Anak

Isdianto, Demokrat dan Manuver PDIP
Dilihat dari kacamata politik, sebagai partai pengusung dari pasangan SANUR memang ini pukulan yang sangat telak bagi Partai Demokrat Kepulauan Riau. Kendati sempat diusulkan oleh Partai Demokrat, Isdianto secara terang benderang menunjukkan keberpihakan politiknya bersama PDIP. Tidak bisa dipungkiri, kontribusi PDIP bersama partai non pengusung SANUR memiliki pengaruh yang siginifikan dalam memuluskan langkah demi langkah Isdianto menjadi wakil gubernur.

Beragam foto kemesraan Isdianto bersama Ketua PDI P Kepulauan Riau Dr. Soeryo Respationo mengonfirmasi hal ini. Bahkan, di status facebooknya orang nomor satu PDI P di Kepri menulis, “Selamat utk Mas Isdianto.. Saya mohon maaf sekali, tidak bisa ikut bersama Mas di Istana untuk pelantikan. Tugas saya sudah selesai mengawal dan mengupayakan mas untuk bisa jadi Wagub, untuk seremonialnya, biarlah Mas didampingi kawan-kawan dari partai2 pengusung/pendukung.Oke, selamat, bravo, maju terus. Merdeka !!!!”.

Baca Juga :  Melawan Tirani Keadilan di Kasus Pidana Dirut Lobindo

Kendati tidak menghadiri pelantikan, tapi di pemberitaan muncul juga berita tentang dirinya yang difasilitasi bertemu orang-orang penting di Kementerian Pariwisata. Bagaimana dengan Demokrat? Secara politik, tentu Demokrat sudah dilangkahi selangkah. Kita berharap persoalan politik antara partai pengusung dan realita politik kekinian tidak menjadi persoalan.

Isdianto harus jadi Wagubnya masyarakat Kepri dan bisa menempatkan dirinya sebagai Wakil Gubernur yang bisa bersinergi dengan Gubernur Kepri Dr. Nurdin Basirun. Sekali lagi penulis mengucapkan selamat atas pelantikannya dan selamat bekerja Wagub Kepri. Semoga bisa bersinergi dan memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan Kepulauan Riau lebih baik lagi.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here