Seluruh Ikan Sarden Disita

0
538
Disperindag Provinsi Kepri dan Disperdagin Kota Tanjungpinang masih menemukan pedagang menjual sarden di toko.F-ANDRI/TANJUNGPINANG POS

BATAM – Produk ikan makarel atau sarden akhirnya ditarik dari peredaran di Batam. Namun terkait jumlahnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Zarefriadi, mengaku belum mengetahuinya.

Pihaknya menarik sarden setelah sebelumnya menemukan cacing pada tiga produksi berisi ikan makarel. Tim yang turun juga mulai dari kelurahan hingga Satgas. Zarefriadi mengatakan, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis 27 produk ikan makarel mengandung cacing, pihaknya menurunkan tim ke lapangan. Mereka menyisir ke sejumlah ritel penjualan makanan.

”Tapi laporannya belum terima, karena libur. Senin lah jumlahnya disampaikan,” kata Zaref, kemarin.

Diakuinya, tidak hanya Disperindag Batam, tim dari kelurahan, kecamatan, tim pengawas Satgas Pangan juga ikut turun. Turunnya tim ke lapangan untuk melakukan penarikan produk-produk tersebut. ”Tapi memang tak semua produk ditarik. Kan ada nomornya. Sesuai yang dikeluarkan BPOM itulah yang ditarik,” bebernya.

Baca Juga :  Budidaya Keramba Apung Menggeliat

Zaref sendiri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya dalam mengonsumsi produk ikan makarel dalam kemasan. Secara prinsip, ia meminta masyarakat tidak mengonsumsi makanan, jika di dalamnya terdapat zat-zat atau lainnya, yang tak diinginkan.

”Mudah-mudahan masyarakat cepat mengerti, dan jangan cepat takut dengan informasi seperti ini. Akan dilakukan koordinasi lintas instansi,” kata Zarefriadi.

Selain itu, Zaref meminta distributor untuk menahan peredaran 27 merek ikan makarel dalam kaleng. ”Kita harap distributor tahan dulu produknya agar tidak beredar luas di pasaran,” katanya.

Baca Juga :  Pelanggaran Lalu Lintas Terpantau CCTV

Sedangkan ke masyarakat, ia mengimbau untuk tidak cemas. Pemerintah akan segera lakukan koordinasi lintas instansi untuk menindaklanjuti masalah pangan ini. Namun masyarakat diminta untuk tetap teliti terhadap produk makanan yang dikonsumsi. Apabila melihat ada zat lain atau keanehan dalam produk tersebut sebaiknya jangan dimakan.

”Kita waspada saja secara prinsip. Harus teliti terhadap produk yang dimakan, dipakai,” ujarnya.

Sementara 27 merek ikan makarel kaleng yang terindikasi mengandung cacing berdasarkan rilis BPOM. Sebagian merek ini merupakan produk impor. Sebagian lain yang diproduksi di dalam negeri.

Baca Juga :  Hari Ini, ICMI Se-Kepri Bahas Program Kerja

Produk itu, ada merk ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, Dr Fish, FarmerJack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Jojo, King’s Fisher, LSC, Maya, Nago/Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S&W, Sempio, TLC dan TSC. Tiga merek sudah lebih dulu terindikasi mengandung cacing, yaitu Farmerjack, IO, dan HOKI. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here