Sembilan Daerah Terindikasi Rawan Pangan

0
654
PUKUL GONG: Bupati Bintan H Apri Sujadi didampingi Wabup H Dalmasri Syam disaksikan Sekda, Kepala BP3D memukul gong, saat membuka rapat revisi RPJMD, di Hermes Agro & Convention Km 25, Selasa kemarin. F-yendi/TANJUNGPINANG POS

Pemkab Bintan Bahas Revisi RPJMD 2016-2021

BINTAN – PEMKAB Bintan melaksanakan Musrenbang revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021, di Hermes Agro & Convention, Selasa (21/11). Dari kegiatan ini diketahui, ada sembilan daerah di Kabupaten Bintan yang terindikasi rawan pangan.

Sembilan daerah terindikasi rawan pangan itu antara lain Desa Pulau Mapur di Kecamatan Bintan Pesisir, dan delapan desa/kelurahan di Kecamatan Tambelan. Daerah yang terkadang pasokan pangan tak lancar itu adalah Kelurahan Teluk Sekuni, Desa Batu Lepuk, Desa Kampung Melayu, Desa Kukup, Desa Kampung Hilir, Desa Pulau Pinang, Desa Pulau Mentebung dan Desa Pengikik.

”Sembilan daerah ini yang terindikasi rawan pangan. Terindikasi diartikan, kadang-kadang pasokan pangan lancar. Tapi dalam waktu tertentu, sangat rawan tidak bisa dipasok pangan ke daerah ini. Apalagi di saat musim cuaca buruk sekarang ini,” kata Khairul, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bintan, di sela istirahat Musrenbang revisi RPJMD 2016-2021, kemarin.

Tahun 2017 ini, Pemkab Bintan sudah membangun lumbung pangan di Desa Mapur. Selanjutnya, lumbung pangan ini dikelola masyarakat setempat, untuk penyediaan pangan, terutama beras. Pengelola lumbung pangan akan menjual beras kepada warga, dengan harga normal seperti di daerah daratan Bintan.

Untuk tahap awal, biaya transportasi dan penyediaan beras ke daerah itu, akan disusidi oleh Pemkab Bintan. Selanjutnya, Pemkab Bintan hanya memberikan subsidi transportasi. Sedangkan penyediaan barang, akan dibeli oleh pengelola.

”Tujuan program ini, agar harga barang di daerah terindikasi rawan pangan tetap normal, dan tersedia setiap saat,” jelas Khairul.

Kepala BPPPD Bintan Wan Rudi Iskandar mengatakan, revisi RPJMD 2016-2021 Kabupaten Bintan dilakukan untuk penyesuaian visi misi kepala daerah (Apri-Damasri), melihat potensi daerah seperti pariwisata, kemaritiman, pertambangan dan potensi lainnya. Dari potensi dan arah pembangunan Bintan ke depan, dirumuskan dalam bentuk kerangka kerja untuk tiga tahun ke depan.

”Revisi RPJMD juga dilakukan dengan melihat penyesuaian struktur organisasi, agar lebih tepat sasaran,” kata Wan Rudi Iskandar.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menyampaikan, revisi RPJMD 2016-2021 sangat penting, untuk menentukan arah pembangunan yang akan dicapai, sampai tahun 2021 mendatang, sesuai visi misi yang telah disusun.

Selanjutnya, perencanaan pembangunan akan disesuaikan dengan kondisi terkini, serta target kinerja, sasaran, strategi, dan arah kebijakan serta program pembangunan daerah. Justru itu, semua OPD, camat dan lurah/desa harus mengikuti Musrenbang revisi RPJMD ini.

”Semua arah pembangunan kita godok di Musrenbang revisi RPJMD ini. Termasuk pembangunan dan pelayanan masyarakat di daerah terdepan atau pulau kecil. Setelah kita bahas, baru diajukan ke DPRD Bintan untuk revisi Ranperda RPJMD 2016-2021 ini,” ujar H Apri Sujadi.

Pembukaan Musrenbang revisi RPMJD 2016-2021 Bintan ditandai dengan pemukulan gong, oleh Bupati Bintan H Apri Sujadi didampingi Wakil Bupati H Dalmasri Syam. Turut hadir Sekda Bintan Adi Prihantara, pimpinan FKPD, dan kepala OPD, camat, lurah dan unsur terkait lainnya.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here