Semua Agen Kapal akan Diperiksa

0
1057
ALAT BUKTI: Waka Polres Kompol Andi Firmansyah (dari kiri), Kapolres AKBP Joko Bintoro dan Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan menunjukkan alat bukti uang hasil OTT pegawai KSOP Tanjungpinang, Selasa (2/5). f-raymon/tanjungpinang pos

Paska-OTT Pegawai KSOP Tanjungpinang 

Agen kapal yang beroperasi di Pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang digilir Tim Saber Pungli untuk diperiksa. Para agen operator kapal ini diperiksa karena uang yang diterima oknum pegawai Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) adalah bersumber dari para agen kapal.

Tanjungpinang – Polres Tanjungpinang memanggil seluruh agen kapal untuk dimintai keterangannya terkait dugaan pungutan liar (pungli) ketiga tersangka oknum pegawai KSOP Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, melalui Kasat Reskrim, AKP Andri Kurniawan, mengatakan pihaknya sudah menjadwalkan pemanggilan terhadap seluruh agen kapal yang terdata di dalam rekap para tersangka.

”Sesuai rekap, mereka (tersangka) ada banyak agen kapal yang menyetorkan uang. Nah, untuk itu akan kami panggil agen kapal tersebut,” ujar Andri, Kamis (4/5).

Kata Andri, selain melakukan pemanggilan terhadap para agen kapal. Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap Kepala KSOP Tanjungpinang.

”Pemeriksaan terhadap Kepala KSOP, tunggu beliau selesai mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Jakarta,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Salat Isha, Rumah Desi Terbakar

Menurut Andri, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah dan itu bergantung dari hasil pemeriksaan. Apalagi, sambungnya, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka ditemukan adanya fakta kemana saja aliran dana hasil pungli tersebut.

”Ada fakta baru yang ditemukan. Jadi kemungkinan ada tersangka lainnya lagi dari kasus itu,” ucapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Herbet Simamora, (34), pegawai KSOP Tanjungpinang, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satreskrim Polres Tanjungpinang, usai menerima uang dari agen kapal Sabuk Nusantara 59, Senin (1/5).

Dari hasil pemeriksaan, polisi pun akhirnya menetapkan tiga orang tersangka yakni Sutoyo, (42), Eri Priawan (27), dan Herbet Simamora.
Ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu mempunyai peran masing-masing. Sutoyo, berperan merekap uang yang diterima dari agen kapal atas penerbitan Surat Izin Berlayar (SIB). Sedangkan Herbet dan Eri, bertugas mengecek kapal dan penumpang.

Baca Juga :  Lanud RHF Sembelih 7 Hewan Kurban

Modus pungli yang dilakukan para tersangka yakni mengecek kapal yang hendak berangkat. Jika ditemukan adanya kelebihan penumpang dan barang muatan mereka meminta uang pelicin.

Jika operator kapal tidak memberikan, maka kedepannya kapal yang hendak berangkat melalui Pelabuhan Domestik SBP akan dipersulit. Setoran itu diberikan setiap hari kepada oknum staf KSOP Tanjungpinang yang sedang piket sebelum kapal berlayar.

Selain itu, juga ada iuran yang dibayarkan setiap bulan. Saat ini, kata dia, barang bukti yang sudah diamankan antara lain setoran dari agen Kapal Sabuk Nusantara Rp 500.000, agen Kapal VOC Rp 800.000, agen Kapal Super Jet Rp 450.000, agen Kapal Seven Star Rp 300.000, agen Kapal Marina Rp 200.000 dan uang pemeriksaan jumlah penumpang kapal dari KM Sabuk Nusantara 39 sebesar Rp 400.000.

Polisi juga mendapatkan barang bukti berupa lima buku berisi catatan tentang insentif, satu buku berisi penerimaan uang setoran.

Baca Juga :  Posyandu Tunas Bagikan PMT Ibu Hamil

Kemudian buku agenda warna hitam, satu bundel kwitansi dengan tulisan pemberi sumbangan, buku rekening atas nama salah satu pegawai, dan satu unit computer jinjing yang berisikan catatan serta uang Rp 2,6 juta.
Hasil setoran itu dikumpul oleh HS dan EP, kemudian diserahkan kepada Sutoyo.

”Kami juga mengamankan dua amplop berwarna coklat dengan bertuliskan di depannya 373 x 5000, 373 x 4000, karena saat ditemukan amplop dalam keadaan kosong, serta satu amplop lagi bertuliskan 588 trip,” terangnya.

Akibat perbuatannya, ketiga pegawai KSOP dijerat dengan pasal 12 huruf (e) undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here