Semua Layanan Seharusnya Sudah Online

0
449
H Syahrul berdiskusi dengan Maskur Tilawahyu, Aswin Nasution, Wan Kamar di sela-sela deklarasi kampanye damai pemilu 2019, lalu. f-abas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota belum mampu meningkatkan seluruh pelayanan dengan sistem online. Masih serba manual. Mestinya, Tanjungpinang berdekatan dengan Singapura harus memacu pemerintah daerah merealisasikan smart city yaitu seluruh pelayanan dengan berbasis online.

Hal ini dikatakan Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

”Teknologi sudah canggih, kita dekat dengan Singapura dan Malaysia, kenapa kita tidak belajar sistem pelayanan kedua negera tersebut,” kata Maskur Tilawahyu, baru-baru ini.

Menurut politisi Demokrat ini, ia masih sering menerima pengaduan terkait pelayanan administrasi diberbagai bidang. Mulai dari pelayanan kesehatan, Kantor Disdukcapil Tanjungpinang yang masih serba manual. Persoalan mendasar yaitu, warga harus meluangkan waktu mengantre di front line. Selain itu, bolak balik memastikan kesiapan dokumen.

Menurutnya persoalan ini sudah bisa diminimalisir dengan sistem online. Bukan tidak mungkin direalisasikan mengingat Kota Tanjungpinang yang kecil.

”Kita itu sudah mengarah ke smart city. Seluruh pelayanan sudah bisa diakses melalui internet,” ujarnya.

Melalui sistem ini, warga datang ke Puskemas, rumah sakit maupun Disdukcapil tidak perlu mengantri lama.

Bahkan, warga pun sudah bisa menentukan waktu kapan akan dilayani. Bisa mengetahui syarat-syarat yang diperlukan untuk dokumen secara online. Begitu juga dengan pengambilan dokumen, petugas sudah menginformasikan melalui aplikasi. Sehingga warga tak perlu bolak-balik datang ke Kantor Disdukcapil.

”Kasihan warga jika bertemu dengan petugas saja harus mengantre. Ini harus diubah. Harus online. Jadi warga tinggal lihat diaplikasi apakah berkasnya sudah siapa atau belum,” paparnya.

Bila sudah bisa sistem IT, menurutnya tidak akan ada lagi warga yang mengeluhkan pelayanan di Disdukcapil maupun OPD lainnya.

”Kita harus sistem online. Bahkan janji kampanye kepala daerah jemput bola. Kami berharap di bawah pemerintahan sekarang bisa terealisasi mulai dari pelayanan dasar,” tuturnya.

Menurutnya, smart city itu bukan hanya menyediakan akses internet di ruang publik, tetapi pelayanan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Tanjungpinang sudah bisa diakses secara online.

Maskur menjelaskan, smart city merupakan konsep sebuah kota yang memiliki koneksi terintegrasi dalam berbagai bidang hingga memberikan dampak praktis dan efisiensi dalam pengelolaan kota.

Ia menilai keluhan warga tersebut harus jadi fokus pemerintah untuk diselesaikan dan jagan dibiarkan. Terkait anggaran, legislatif menurutnya tidak akan menghalangi. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here