Sepekan Jelang Natal, Harga Sembako Rawan Naik

0
439
Tim Satgas Pangan Bintan mengecek stok barang di salah satu gudang di wilayah Pasar Baru Tanjunguban.f-Jenderas Karloan/tanjungpinang pos

Satgas Pangan Turun Cek Stok Sembako

Seminggu menjelang perayaan Hari Natal dan tahun baru, harga kebutuhan pokok di Bintan diperkirakan rawan melonjak naik. Hal ini dikarenakan kondisi stok mengalami penurunan dan permintaan di pasar meningkat dari biasanya.

BINTAN – Diperkirakan stok yang dimiliki agen hanya mampu memenuhi hingga enam hari ke depan.

Demikian data yang didapat saat Satgas Pangan Kabupaten Bintan melakukan pengecekan di distributor pangan di wilayah Tanjunguban, Senin (17/12) petang kemarin.

PPNS Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Peradagangan (DKUPP) Bintan, Setia Kurniawan mengatakan, sampai saat ini harga-harga sembako di tingkat distributor cenderung stabil secara menyeluruh.

Meskipun pun ia mengaku, mendapatkan data dan keluhan jika jumlah stoknya menipis dan hanya mampu memenuhi dalam waktu sepekan ke depan.

”Kami dapati informasi ada kendala di jalur distribusi. Sehingga kami ke lapangan dan berupaya mencarikan solusi untuk mengurai masalah ini,” katanya.

Baca Juga :  Pemilihan Ketua LPM Tanjunguban Menyamai Pileg

Dari hasil pengecekan, Satgas pangan mendapatkan keluhan dari pelaku usaha terkait sulitnya pengiriman barang kebutuhan pokok dari Batam menuju Bintan. Bahkan beberapa pelaku usaha ditangkap oleh pihak Bea Cukai Tanjungpinang saat membawa barang dari Batam menuju Bintan.

Akibatnya, beberapa kebutuhan pokok seperti bawang merah, tepung terigu, minyak goreng dan beberapa kebutuhan lainnya sudah berada di stok paling sedikit. Hal tentu berpengaruh pada stok di pedagang eceran dan juga pelaku usaha UMKM di Bintan.

Salah seorang distributor di Tanjunguban, Indra mengatakan jika stok barang yang dimiliki hanya cukup sepekan ke depan bila dijual terbatas. Namun bila dijual secara normal, maka dalam waktu dua hari saja akan habis.

”Komoditi bawang merah sudah menipis, stoknya sudah hampir habis. Kami menjual dengan harga normal dan terbatas agar seluruh pelanggan mendapatkan pasokan. Bila sudah habis stok kami tidak tahu lagi seperti apa harganya dipasaran,” sebutnya.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Bintan Segera Cek Anggaran Tak Terealisasi

Ia menyebutkan seperti harga bawang merah berbagai jenis sudah melonjak. Ia mencontohkan untuk bawang merah Birman dari sebelumnya senilai Rp 15 ribu kini di pasaran sudah mencapai di atas harga Rp 20 ribuan. Untuk stok minyak goreng juga dipastikan hanya tinggal sepekan ke depan begitu juga tepung terigu, padahal kebutuhan tersebut banyak digunakan jelang Natal dan tahun baru.

”Ya kami tidak tahu mengapa barang-barang tersebut tidak boleh masuk ke Bintan, kami juga tidak dijelaskan salahnya dimana,” sebutnya.

Sementara itu, Gwi, salah seorang pedagang eceran juga menyampaikan hal yang sama.

Menurutnya krisis stok sembako membuat dirinya bingung saat berjualan karena harga ikut naik.

Baca Juga :  PT Antam Setuju Dibangun Kawasan Islamic Terpadu

”Sudah beberapa hari ini kami tidak dapat pesanan secara penuh, pembelian dibatasi. Harga juga sudah naik sejak beberapa hari ini. Pastinya keuntungan kami jauh berkurang karena jumlah barang dagangan juga tidak banyak,” jelasnya.

Terpisah Tino Rila Sebayang, Pengamat Ekonomi Politik Internasional, Fisip Universitas Pasundan Bandung yang juga warga Bintan menyebutkan kelangkaan dan kesulitan sembako berbanding terbalik dengan status Bintan yang merupakan kawasan FTZ.

”Kondisi Batam, Bintan dan Karimun yang merupakan kawasan FTZ seharusnya membuat seluruh wilayah tersebut aman untuk pasokan sembako. Bukan hanya FTZ untuk kepentingan pengusaha kelas kakap saja. Bila tidak, dicabut saja status FTZ di Bintan biar sama seperti wilayah lain,” sebutnya.(JENDARAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here