Siswa SDIT Observasi Budidaya Ikan

0
898
PULUHAN siswa Kelas V SDIT As-Sakinah Tanjungpinang melakukan observasi lapangan di keramba budidaya apung di Kampung Madong Tanjungpinang, Kamis (1/2). Ini merupakan Program Home Staf (PHS) dari sekolah itu yang dilakukan tiap tahun khusus Kelas V.f-ISTIMEWA/humas sdit as-sakinah 1

80 Murid Kelas V Ikuti Program Home Stay di Kampung Madong

Sekitar 80 orang siswa Kelas V SDIT As-Sakinah I Tanjungpinang mengikuti belajar di luar kelas atau outing class di Kampung Madong. Kegiatannya digelar selama tiga hari mulai, Rabu (31/1) hingga Jumat (2/2) hari ini.

TANJUNGPINANG – KEPALA SDIT As-Sakinah 1 Tanjungpinang, Kimiatis Sa’adah,SPD.I mengatakan, kegiatan ini merupakan Program Home Stay (PHS) sekolah tersebut yang sudah dimulai sejak tahun 2017 lalu.

Para siswa diinapkan di rumah penduduk selama dua malam. Setiap hari, siswa mengikuti berbagai program belajar lapangan yang dibina langsung para guru SDIT As-Sakinah 1.

Selama di Kampung Madong, para siswa juga diajak bermasyarakat, bergaul dengan anak-anak setempat serta belajar membaur dengan masyarakat. Di tempat itulah mereka melatih diri bagaimana menyapa orang tua dengan penuh sopan-santun.

Baca Juga :  Pramuka Ikut Awasi Obat-Makanan

”Program ini khusus Kelas V saja. Tahun ini ada 80 siswa dari 3 rombongan belajar (rombel). Mereka semua didampingi guru-guru kita,” ujar Kimiatis, Kamis (1/2) kemarin.

Salah satu yang menjadi bahan pelajaran siswa kemarin pagi adalah, mereka dibawa langsung melihat budidaya ikan milik masyarakat yang ada di tempat itu. Para siswa diberi kesempatan untuk melihat seperti apa kondisi keramba apung tersebut.

Kemudian, siswa juga ada yang turut memberikan pakan ke lobang keramba sambil melihat bibit ikan di kerambah saling rebutan pakan itu.

Siswa ini juga punya kesempatan seluas-luasnya untuk bertanya kepada nelayan pemilih keramba baik tentang pembibitan ikan, proses pemeliharaan ikan hingga masa panennya berapa lama.

Baca Juga :  185 Siswa SMP dan SMA Batam Ikut Seleksi Marching Band BBDC

Dijelaskan Kimiatis, saat turun ke keramba apung, siswa dilengkapi pelampung demi menjaga keselamatan mereka. Saat itu mereka melakukan pengamatan (observasi) untuk selanjutnya dibuat laporannya nanti usai mengikuti PHS tersebut. ”Laporan singkat lah. Taulah siswa SD, yang jelas kita ajari mereka membuat hasil observasi lapangannya,” tambahnya.

Observasi budidaya ikan keramba merupakan tema pelajaran memanfaatkan Sumber Daya Laut. Masih ada beberapa tema lain yang menjadi bahan observasi siswa di lapangan seperti meninjau hutan mangrove (bakau) dan lainnya.

Ia menambahkan, dari 80 siswa yang mengikuti outing class tersebut, dibagi menjadi 14 kelompok. Yang laki-laki dipisah dari perempuan. Masing-masing kelompok tidur di rumah penduduk dan diawasi satu orang guru. Pada kesemapatan itu, sebagian siswa dapat kesempatan membantu si pemilik rumah. Jika selama ini mereka tidak mencuci piring, maka di sana ada yang kesempatan belajar.

Baca Juga :  Siswa SMPIT Berkemah di Korem

Yang terpenting adalah, siswa dapat menyeimbangkan antara teori di kelas dengan praktik di lapangan. Kemudian, siswa sejak dini sudah dilatih bagaimana bermasyarakat.

Siswa nampak senang mengikuti PHS tersebut. Ini menjadi pengalaman hebat buat mereka bermalam di rumah penduduk sambil mencari ilmu pengetahuan. Yang pasti, siswa dibawa ke lapangan setelah mendapat persetujuan dari masing-masing orangtuanya. ”Anak-anak terlihat senang dan bahagai,” katanya.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here