Siswa SMA Keluhkan Biaya SPP

0
592
ANGGOTA Komisi I DPRD Tanjungpinang, Rahma saat duduk bersama berkunjung ke rumah keluarga tak mampu membayar iuran SPP anaknya.F-DESI LIZA PURBA/TANJUNGPINANG POS

Pemko dan Pemprov Perlu Perkuat Koordinasi

TANJUNGPINANG – PELAKSANAAN pendidikan perlu pembahasan bersama antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri. Meskipun sudah ada aturan melalui undang-undang terkait kewenangan, namun, teknisnya masih perlu pembahasan bersama.

Hal ini dikatakan anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang, Hj Rahma SIp yang kini juga bakal calon (Balon) Wakil Wali Kota Tanjungpinang periode 2018-2023 mendatang.

Ia banyak menerima keluhan para orangtua, khususnya tingkat SMA sederajat terkait ketidak mampuan membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Diyakininya, pihak sekolah sudah sangat memberikan toleransi, terbukti ada siswa yang menunggak lebih dari enam bulan. Bahkan ada juga yang biaya seragam sekolah di cicil yang sampai kini belum lunas. Menyelesaikan persoalan ini, perlu komitmen antara Dinas Pendidikan Tanjungpinang dan Pemprov.

Baca Juga :  Alumninya Hafal Alquran Enam Jus

”Kasihan siswanya, pasti ada rasa malu. Khawatirnya semangat sekolahnya menurun,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (19/1) saat turun bersama melihat salah satu keluarga di kawasan Batu 8, yang biaya SPP anaknya menunggak enam bulan terakhir. Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, perlu ada kebijakan.

Misalnya, Pemko mengalokasikan anggaran bantuan pendidikan bagi siswa SMA sederajat tak mampu. Bila menilai anggaran tak memungkinkan, maka dapat meminta komitmen Disdik Pemprov untuk membantu. ”Mudah-mudahan melalui komunikasi ada solusinya, disetiap aturan, pemerintah bisa membuat kebijakan demi kebaikan,” paparnya.

Baca Juga :  2 Juli, PPDB SD-SMP Dimulai

Sebab, beberapa daerah di Indonesia bahkan memiliki program BOS Daerah, ini menunjang bantuan dari BOS pusat. ”Program-program seperti ini perlu diberikan. Misalnya, Pemko mau mengalokasikan bantuan pendidikan, namun tak menyalahi aturan,” terangnya.

Persoalan seperti ini cukup banyak. Mengingat biaya SPP untuk tingkat SMA sederajat sekitar Rp 110-150 ribu per bulan. Bagi keluarga berpenghasilan pas-pasan, diantara Rp 1,5-2 juta per bulan, biaya ini dinilai besar. Apalagi yang memiliki anak lebih dari satu.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here