SMRS Ditetapkan Pahlawan Nasional

0
492

Keturunannya Dipanggil ke Istana

TANJUNGPINANG – Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) atau Yang Dipertuan Besar Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang (1761-1812) kemungkinan besar akan ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional, 10 November nanti. Tengku Husein, keturunan ke-7 SMRS sudah diminta bersiap datang ke Istana Negara Jakarta untuk menerima penghargaan itu. Kapan akan diserahkan, belum bisa dipastikannya.

Tengku Husein saat dihubungi Tanjungpinang Pos, Rabu (1/1) kemarin sore membenarkan dirinya sudah diminta bersiap-siap berangkat ke Jakarta. Kepala Dinas Sosial Pemprov Kepri, Doli Boniara sudah meminta kesiapan Tengku Husein agar ikut ke Jakarta saat penyerahan gelar Pahlawan Nasional ke SMRS.

Biasanya, penyerahan gelar Pahlawan Nasional ini langsung diserahkan Presiden tepat, tanggal 10 November di Hari Pahlawan. ”Tapi saya belum tahu kapan berangkat dan kapan akan diserahkan (penghargaan) itu. Tunggu informasi dari Pak Doli lah,” ungkapnya.

Ia berencana, dirinya bersama anak dan menantunya akan datang ke Istana Negara untuk menerima penghargaan tersebut. ”Istri saya tak bisa ikut karena sakit,” tambahnya.

Saat ini, dua anaknya ada di Jakarta dan satu lagi di Malang. Hanya tiga inilah anaknya. Sedangkan Tengku Husein dan istrinya tinggal di Batu 10, Tanjungpinang. Ia mengaku bangga menjadi keturunan Pahlawan Nasional. Namun, nasibnya saat ini memprihatinkan. ”Saya tak punya apa-apa,” ungkapnya.

Selama ini, pemerintah sudah banyak habis waktu, tenaga dan pikiran serta materi untuk mengurus pengusulan SMRS agar ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional.

Begitu juga dengan Tengku Husein harus habis banyak waktu dan tenaga sebab harus mengikuti berbagai seminar dan kegiatan lain terkait persiapan pengusulan itu. ”Kalau uang saya tak habis. Saya tak punya uang. Kalau diajak misalnya seminar di Jakarta, mereka membiayai saya. Kalau tidak, dari mana uang mau ke sana,” terangnya.

Besok, kata Tengku Husein, Doli Boniara akan berangkat ke Jakarta masih terkait penyerahan penghargaan ini. Setelah itulah diketahui kapan penyerahan penghargaan itu dilakukan. ”Kita tunggu Pak Doli lah kapan waktu pastinya. Karena beliau berangkat besok. Kalau saya memang sudah dipanggil Pak Doli agar bersiap-siap ke Jakarta,” ungkapnya.

Tengku mengatakan, pengusulan SMRS menjadi Pahlawan Nasional sudah empat tahun. Dan tahun 2017 inilah kesempatan terakhir. Jika tak ditetapkan juga, maka tidak bisa lagi diusulkan.

Permintaan Tengku Husein, saat penyerahan penghargaan nanti, dirinya ingin didampingi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Bupati Lingga Alias Wello dan anak serta menantunya.

Doli Boniara saat dihubungi via ponselnya kemarin sore belum berhasil. SMS yang dikirimkan juga belum dibalas hingga berita ini diturunkan. Sekedar diketahui dua pahlawan nasional dari Kepri sudah ditetapkan pemerintah yakni Raja Haji Fisabilillah (RHF) yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI No. 072/TK/1997 tanggal 11 Agustus 1997 dan cucunya Raja Ali Haji (RAH) yang ditetapkan melalui SK Presiden No.089/TK/Tahun 2004.

Bakal bertambah satu lagi pahlawan nasional dari Kepri yaitu, Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) atau Yang Dipertuan Besar Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang (1761-1812). Saat ini, pengusulan SMRS menjadi Pahlawan Nasional sudah memasuki babak akhir karena sudah melalui kajian dan penelitian pusat dan daerah. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here