Sriwijaya Air Telat Landing

0
363
Maskapai Sriwijaya saat di upron bandara RHF beberapa waktu lalu. dokumen tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pesawat Sriwijaya Air memilih untuk berputar di atas Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang lebih lama pada, Kamis (20/12) malam.

Informasi yang dihimpun awak media ini, pesawat Sriwijaya Air terpaksa berputar-putar di langit Tanjungpinang sekitar 20 menit. Pesawat yang mestinya mendarat pukul 19.30 WIB ini, menurut pihak Sriwijaya baru bisa mendarat sekitar pukul 19.50 WIB.

Pesawat tipe Boeing 737-800NG ini membawa penumpang dari Jakarta tujuan ke Tanjungpinang sebanyak 164 penumpang.

”Sriwijaya Air sudah landing sekitar pukul 19.50 WIB,” kata Districk Manager (DM) Sriwijaya Air Cabang Tanjungpinang, E Presley L Sumanti kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (20/12) malam.

Menurutnya, pesawat Sriwijaya Air berputar di atas bandara, karena pilot sedang mengikuti prosedur keselamatan penerbangan, yaitu SOP penerbangan sesuai dengan instruksi pihak Air Traffic Control (ATC). Ini, menurutnya, karena pilot Sriwijaya Air untuk memastikan, apakah pesawat Sriwijaya Air bisa landing atau tidak di Bandara RHF Tanjungpinang.

”Makanya, pilot kita (Sriwijaya Air, red) memilih mengudara,” tegas dia.

Ia katakan, kejadian ini bukan dikarenakan faktor cuaca yang buruk. Namun, pilot Sriwijaya Air hanya menjalankan SOP penerbangan saja. Karena semua ini demi keselamatan penumpang berada di dalam pesawat Sriwijaya Air.

Ia bersyukur, bahwa tidak penumpang Sriwijaya Air yang komplain atas kejadian tersebut. “Semua aman dan terkendali,” sebut dia.

Di tempat terpisah, Prakirawan Stasiun Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, Ardhito memastikan, bahwa pada saat itu cuaca dalam kondisi aman. Karena jarak pandang 9 kilometer, dan tiupan angin hanya kisaran 15 kilometer per jam.

”Cuaca aman,” kata Ardhito.

Kemungkinan, lanjut dia, ada tiga faktor yang menyebabkan pesawat belum bisa untuk landing. Mungkin, pertama dikarena faktor cuaca buruk dan jarak pandang terbatas. Sehingga pilot memutuskan untuk berputar sembari menunggu cuaca membaik.

Kemudian, faktor kedua, kemungkinan ada masalah teknis. Sehingga pilot memutuskan untuk mendarat dan harus menghabiskan fuel. Ketiga, kemungkinan ada kendala atau halangan pada runway di bandara.

”Setahu ku seperti itu. Tapi, alhamdulillah kondisi cuaca kita aman,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here