STAIN-SAR Kepri Persiapan Jadi IAIN

0
280
INILAH maket rencana pembangunan STAIN-SAR Kepri sebagai persiapan menjadi IAIN ke depan. f-istimewa

Tiga Tahun Terus Membangun Kampus

Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN-SAR) Kepulauan Riau (Kepri) sedang persiapan, karena ke depannya akan ditingkatkan menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

BINTAN – Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua STAIN-SAR Kepri Dr. Muhammad Faisal M. Ag,  Jumat (18/10) di Kampus STAIN-SAR.

Dr. Muhammad Faisal menyebutkan,  pada tahun 2024 nanti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia tidak ada lagi yang berstatus Sekolah Tinggi namun ditingkatkan menjadi IAIN dan Universitas Islam Negeri (UIN).

Namun, lanjut Muhammaf Faisal,  tentunya untuk meningkatkan menjadi IAIN segala fasilitas pendukung akademik juga harus memadai seperti gedung dan lainnya. 

”Kita terus melakukan proses dengan jangka waktu 2 hingga 3 tahun ke depan. Saat ini kita masih memiliki satu gedung saja. Untuk proses menjadi IAIN, nantinya kita akan membangun beberapa gedung lagi. Sesuai masterplan yang telah direncanakan,” jelas Muhammad Faisal kepada Tanjungpinang Pos.

Muhammad Faisal juga menambahkan, saat ini jumlah mahasiswa di kampus yang ia pimpin itu kurang lebih 900 mahasiswa/mahasiswi dan juga akan menambah Program Studi (Prodi) dari yang ada saat ini berjumlah 8 Prodi.

Ia optimis dalam waktu 2 hingga 3 tahun ke depan, perubahan menuju Kampus IAIN dapat terlaksana dan tentunya akan ada PTKIN yang berdiri di Kepri.

Optimis itu juga mendapatkan sinyal dari pihak Kementerian Agama (Kemenag) RI yang mengelola PTKIN di seluruh Indonesia.

Sebab, belum lama ini beberapa pejabat penting Kemenag RI datang ke Kampus STAIN-SAR yakni Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan M.A. Setelah itu, yang baru-baru ini menyambangi STAIN-SAR yakni Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Dr. Mamat Salamet Burhanudin, M.Ag.

Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan M.A turut meresmikan Sistem Layanan Terintegrasi Berbasis Aplikasi Handal (Silebah) untuk kampus itu, Kamis (10/10) lalu.

Dr. Mamat Salamet Burhanudin, M.Ag saat mengunjungi Perpustakaan KAMPUS STAIN-SAR Kepri usai memberikan pembelakan kepada dosen, Jumat (18/10) lalu. F-ISTIMEWA/STAIN-SAR

Pada kesempatan itu, Nur Kholis Setiawan juga memberikan materi kuliah umum tentang ‘Penguatan Peran PTKIN dalam Moderasi Beragama dan Literasi di Era 4.0’.

Sedangkan Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Dr. Mamat Salamet Burhanudin, M.Ag berkunjung dengan memberikan pembekalan kepada dosen STAIN-SAR terkait sistem pengembangan kurikulum dan peningkatan SDM bagi masing-masing prodi yang ada.

Dengan adanya kesempatan kedua orang penting tersebut, tentunya tidak disia-siakan oleh Ketua STAIN-SAR Kepri Dr. Muhammad Faisal M. Ag.

Pada setiap kunjungan penting itu, Dr Muhammad Faisal juga berkesempatan menyampaikan rencana peningkatan status dan pengembangan kampusnya ke depan.

Dengan memaparkan, kondisi lahan yang akan dibangun dengan berbagai fasilitas perkuliahan ke depannya.

Bahkan, Dr. Mamat Salamet Burhanudin, M.Ag juga merasa yakin STAIN-SAR akan berkembang ke depannya.

Ia mengatakan, bahwa kampus STAIN -SAR yang berada di Kepri diuntungkan dengan banyak potensi kedaerahan yang harus terus dimunculkan.

Walau kampus STAIN-SAR Kepri terbilang baru namun bisa saja mengejar kampus STAIN-SAR lainnya yang lebih dulu berdiri.

Karena keuntungan geografis dan budaya Melayu, tentunya ini merupakan modal untuk mengembangkan pusat kajian Islam ke depannya.

”Seperti kita ketahui, Melayu itu adalah Islam. Bahkan, ajaran Islam yang masuk ke Jawa melalui kekuatan tradisi budaya Melayu. Ini yang harus menjadi ikon budaya, dan terus disandingkan dengan pengembangan akademik kampus STAIN-SAR Kepri,” sebut Dr. Mamat, ketika mengisi pembinaan peningkatan standar mutu Sumber Daya Manusia (SDM) dan Standar Perencanaan Pembelajaran sebagai Penguatan Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Tambahan, Jumat (18/10) pekan lalu.

Diketahui, pihak Kampus STAIN-SAR telah memiliki model masterplan rencana pembangunan pengembangan kampus yang megah dan asri.

Masterplan itu telah diwujudkan dalam bentuk maket model miniatur bangunan yang sudah tertata dan diberi kaca.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here