Stok Beras Aman hingga Hari Idul Fitri

0
765
CEK TIMBANGAN: Juramadi Esram dan stafnya meninjau stok sembako dan cek timbangan di Hypermarket TCC Tanjungpinang, belum lama ini. f-Andri/Tanjungpinang Pos

TANJUNGPINANG – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kota Tanjungpinang memastikan pasokan stok beras masyarakat Kota Tanjungpinang dan wilayah lainnya Kepulauan Riau aman. Stok beras dipastikan mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri.

”Pasokan beras aman. Stok beras mencukupi untuk 5 bulan ke depan, persedian itu sudah mencakup wilayah Tanjungpinang, Lingga, Anambas, dan Natuna,” kata perwakilan Bulog Tanjungpinang, Dwi Yudha Hadyputra, Kamis (13/4) lalu.

Ia menjelaskan, untuk penyaluran beras sejahtera (rastra) pihaknya masih menunggu perintah alokasi penyalurannya. Bila SK sudah ada, mereka segera menyalurkan ke 18 kelurahan se-Kota Tanjungpinang.

Bulog ingin supaya stok beras segera habis dan kemudian didatangkan lagi beras baru, sehingga tidak ada pasokan beras yang menumpuk di gudang.

Baca Juga :  Lomba Balita Sehat Meriah

”Hal ini agar masyarakat terima stok beras yang segar,” terangnya dalam rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang, di ruang rapat lantai II, Kantor Sekretariat Daerah Pemko Tanjungpinang.

Rapat rutin bulanan itu, dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah, Riono, selaku Ketua TPID Kota Tanjungpinang. Dikesempatan itu hadir juga Wakil Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul.

Dalam rapat itu, Syahrul menyampaikan guna menekan angka inflasi di Kota ini, seluruh anggota TPID harus benar-benar membuat kegiatan yang mungkin akan terjadi. Seperti kenaikan tarif listrik, agar bisa mengontrol lonjakan kenaikan harga kebutuhan lainnya.

Dirinya juga mengapresiasi apa yang sudah dilakukan TPID dalam mengontrol harga pasaran. Salah satunya melakukan kerjasama dengan daerah penghasil cabai yaitu Kulon Progo dan Sleman.

Baca Juga :  Pangakalan Pulau Penyengat Jual Gas Subsidi Melebihi HET

Beberapa waktu lalu TPID juga sudah melakukan penjajakan ke daerah Sumatera untuk memenuhi pasokan kebutuhan masyarakat terhadap komoditas cabai dan sayur-sayuran.

”Tanjungpinang bukan daerah penghasil, karena itu, pemko melalui TPID mengambil langkah-langkah strategi untuk pemunuhan kebutuhan masyarakat sekaligus menekan angka inflasi di Kota ini,” ucapnya.

Ketua TPID Kota Tanjungpinang, Riono mengucapkan rasa syukurnya karena inflasi Kota Tanjungpinang dalam beberapa bulan ini lebih terkendali, yang pada bulan Maret mengalami deflasi. Ini tak lepas dari upaya pemerintah bersama dalam mengantisipasi kenaikan harga di pasaran.

Untuk mencukupi ketersediaan pangan, beberapa aksi nyata sudah kita lakukan seperti melakukan kerjasama dengan daerah pemasok, membuat kegiatan penanaman sayur-masyur melalui media hidroponik, hingga membuat gerakan tanam cabe kepada ASN Pemko Tanjungpinang.

Baca Juga :  Ramadan, Ketersediaan Sembako Perlu Dipastikan

Dirinya menyebutkan, segala upaya yang kita lakukan agar inflasi dapat terkendali sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga, sehingga diharapkan dapat menciptakan masyarakat sejahtera di Kota ini.

Karena itu, melalui rapat rutin bulanan ini, kita bisa bersma-sama membahas sekaligus menemukan solusi untuk mengantisipasi inflasi, terutama jelang Idul Fitri mendatang,” ucapnya

Rapat tersebut diikuti juga oleh Perwakilan Bank Indonesia, Kepala BPS, BUMD, OPD terkait, Kepolisian, dan Bagian Perekonomian Setdako Tanjungpinang. (bas) 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here