Stop Pelecehan Seksual Pada Anak

0
1141
Septia Fajarina

Oleh Septia Fajarina
Mahasiswa prodi ilmu pemerintahan Stisipol Raja Haji Tanjungpinang

Pada awal abad 21 masalah pelecehan seksual sering terjadi di mana-mana. Tidak hanya pada anak-anak, perempuan dewasa pun ikut menjadi korban. Para anak-anak dan perempuan mestinya dilindungi, namun banyak yang menjadi korban dengan dirusak dan direnggut kesucianya.

Sebanyak besar orang mungkin berharap agar tidak ada lagi pelecehan seksual. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Pelecehan terus terjadi dimana-mana akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pelecehan seksual dilakukan oleh seseorang yang tidak mendapatkan kasih sayang maka dari itu mereka melampiaskan hasrat mereka kepada anak-anak tidakkah mereka sadar atas perbuatan yang mereka lakukan dapat mengakibatkan anak tidak dapat berkembang atau dapat menggangu mental si anak tersebut.

Disini peran orang tua sangat dibutuhkan. Bukan hanya memberi apa yang diinginkan oleh anak-anak, tetapi juga memberi perlindungan yang semaksimal mungkin. Orang tua jangan berhanggapan dengan memebri uang berarti tanggungjawab sebagai orangtua selesai. Anak yang ditinggalkan kepada pengasuh akan berampak pada mental psikis anak.

Baca Juga :  Pembangunan Karakter Masyarakat di Perbatasan

Tidak sadarkah mereka keselamatan anak-anak adalah yang lebih utama. Anak adalah titipan Allah SWT yang diberikan kepada orang tua untuk dijaga dan disayangi. Oleh karena itu orang tua hendaknya memperhatikan kebutuhan dan perkembangan anak-anaknya, agar mereka tumbuh menjadi anak yang baik.

Saat ini di negara Indonesia kian hari semakin marak terjadinya pelecehan terhadap anak-anak. Anak-anak yang seharusnya gembira dan bermain bersama teman-temanya, justru harus bersedih karena mereka menjadi korban pelecehan seksual dan mereka menjadi korban pelampaisan hasrat bejat pelaku kejahatan. Jika diselidiki ada ratusan kasus yang melibatkan anak di bawah umur.

Kasus ini menjadi semakin marak, akibat kurangnya pengawasan orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka atau kurangnya pemahaman agama.

Kurangnya perhatian orangtua kepada anak bisa membuat anak-anak dewasa saat usianya masih porematur. Banyak kasus anak SD bahkan SMP yang disetubuhi oleh kekasihnya sendiri bahkan ada yang sampai hamil. Bagaimana bisa orang tua membiarkan anak perempuannya bersama dengan pria.

Baca Juga :  Pemilu dan Perempuan

Melihat kasus seperti ini, membuat masyarakat semakin geram dan prihatin terhadap penerus negara Indonesia yang justru mendapatkan pelecahan tidak senonoh serta sudahy menjadi korban kejahatan seksual.

Ini berdampak rusaknya mental anak dan membuat terhambat perkembangan dan pendidikan. Kasus pelecehan ini sering terjadi di beberapa sekolah. Lalu dimanakah tempat yang aman untuk anak-anak. Bahkan beberapa pelakunya masih bisa dibebaskan dari hukuman walaupun sudah merenggut kesucian dan kebahagiaan anak-anak.

Berbicara tentang perlindungan anak dan perempuan dari perspektif hukum tentu tidak hanya menerapkan aturan hukumnya, namun juga bagaimana dan sejauh apa instrumen hukum tersebut mampu melindungi perempuan dan anak-anak dari pelecehan seksual karena mereka digolongkan sebagai kaum yang rentan dan lemah.

Sekarang, dalam beberapa jam pun perempuan dan anak-anak dapat mengalami pelecehan seksual data yang tercatat pada komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa pelecehan terhadap anak selalu meningkat setiap tahun bahkan pelcehan yang tertinggi di Indonesia adalah pada anak-anak dan perempuan tidak hanya pelecehan yang didapat mereka kekerasan dan ancaman pun didapati mereka, pelaku korban biasanya yakni,keluarga,pacar,teman,tetangga dan bahkan orang yang dikenali mereka.dalam kondisi ini siapa yang harus disalahkan.

Baca Juga :  Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula

Maka dari itu orang tua sebaiknya lebih serius dalam memperhatikanperkembangan dan pergaulan anak-anak mereka. Dalam kondis ini yang memperhatikan tidak hanya peran orang tua tetapi peran pemerintah juga harus terlibat demi menyelamatkan generasi penerus bangsa ini. Penegak hukum harus serius menanggapi dan meneggakkan hukum dalam kasus pelecehan seksual yang menimpa anak dan perempuan. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here