Strategi Mendidik Generasi Milenial di Zaman Global

0
4508
Melda Widia Putri

Oleh: Melda Widia Putri
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP, UMRAH, Tanjungpinang

Generasi milenial lahir di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang demikian pesat. Karena itu lah, cara ajar untuk mendidik mereka pun harus dibedakan dan ada triknya.

Setiap orang tua pasti ingin mendidik anaknyamenjadi anak yang mempunyai karakter baik. Agar terwujudnyaupaya pendidikan karakter tersebut, tentunya bukan perkara yang mudah. Kenyataannya, orang tua akan menghadapi beberapa tantangan dalam mendidik anak-anak generasi milenial ini. Di era globalisasi, anak-anak dengan mudah tehubung ke seluruh dunia secara online. Mereka pun memiliki kesempatan luas untuk mendapatkan informasi. Karena, generasi milenial punya kebiasaan lain. Mereka cenderung ingin mencapai sesuatu dengan cepat dan instan karena terbiasa dengan kemudahan teknologi.

Melihat berbagai ancaman yang mungkin bisa terjadi, orang tua harus membekali anak-anak mereka untuk bisa bersaing dalam dunia nyata. Maka dari itu, orang tua harus mengetahui pentingnya pendidikan karakter bagi anak. Karena, pendidikan pertama kali yang di dapatkan oleh anak adalah dalam keluarga dan diberikan oleh orang tua. Untuk itu, orang tua harus merencanakan masa depan anak dengan sebaik mungkin.

Baca Juga :  Implementasi SDGs untuk Kemajuan Ekonomi Indonesia Masa Depan

Dalam era globalisasi ini pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam mewujudkan manusia berkualiatas. Namun realitanya, pelaksanaan pendidikan karakter tak segampang yang diucapkan (Suhendang, 2010). Agar terealisasi pendidikan berbasis karakter, sudah tentu bukan saja tanggung jawab keluarga tetapi juga menjadi tanggung jawab berbagai pihak, terutama lembagapemerintahan melalui lembaga pendidikan formal.

Dengan pertimbangan dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab, pemerintah memandang perlu penguatan pendidikan karakter.

Atas dasar pertimbangan tersebut, pada 6 September 2017, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Dalam Perpres ini disebutkan, Penguatan Pendidikan Karakter yang selanjutnya disingkat PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Baca Juga :  Antara Jembatan Babin dengan Wacana Indosing

PPK, menurut Perpres ini, memiliki tujuan: a. membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan; b. mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi Peserta Didik dengan dukungan pelibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia; dan c. merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, Peserta Didik, masyarakat, dan lingkungan keluarga dalam mengimplementasikan PPK.

Baca Juga :  Bahaya Menjadi Perokok Pasif

“PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab,” bunyi Pasal 3 Perpres Nomor: 87 Tahun 2017

Jadi, pendidikan karakter harus tertanam dalam berbagai level kehidupan. Bukan hanya dari lembaga pemerintahan, lembaga pendidikan, dan keluarga. Tetapi peran masyarakat sekitar juga sangat penting sebagai wadahuntuk menerapkan pendidikan karakter. Dengan begitu, akan terealisasikan arahan Presiden Republik Indonesia tentang penguatan pendidikan karakter guna mempersiapkan generasi emas tahun 2045 yang bertaqwa, nasionalis, tangguh, mandiri dan memiliki keunggulan bersaing secara global. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here