Sudah Puluhan Tahun Warga Langganan Banjir

0
695
PENANGGANAM BANJIR: Pekerja saat mengerjakan drainase di proyek penanganan banjir di Jalan Pemuda, Rabu (3/5). f-andri.tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Masyarakat yang tinggal di pusat bisnis Jalan Pemuda berharap adanya proyek penangganan banjir bersumber APBN sebesar Rp 7.999.165.000, kawasan itu tak banjir lagi, karena sudah puluhan tahun langganan banjir. Hal ini diungkapkan Ketua RT1 RW5, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, M Ali Ismail, kemarin.

”Kita lihat setelah selesai proyek dikerjakan. Mudah-mudahan tak lagi banjir,” kata M Ali Ismail.

Proyek pengendali banjir ini sedang dikerjakan PT Jaya Kencana Sarana sejak satu bulan terakhir ini. Pantuan di lokasi terlihat puluhan pekerja mengerjakan drainase. Terlihat pekerja ada yang menguras air, supaya gampang untuk mengecor. Ada juga pekerja sedang memotong besi cor.

Baca Juga :  Warga Dihebohkan UN Swissindo

Kawasan Jalan Pemuda sudah lama berlanggan banjir. Penyebab banjir salah satunya, kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Sering ditemukan sampah berada di dalam drainase. Drainase merupakan tempat saluran mengalirnya air, baik itu air hujan maupun air yang berasal dari rumah masyarakat.
Kemudian, volume air yang mengalir tidak bisa menampung drainase yang dangkal dan kecil.

”Saat melakukan gotong royong, ia bersama warga serta Lis Darmansyah menemukan kasur serta batang pisang dan sampah berada di dalam drainase tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, barang seperti ini pemicu terjadinya banjir di daerah tempat tinggalnya. Karena drainase tersebut tersumbat dengan adanya sampah. Sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar, yang membuat air tersebut membeludak ke jalan hingga menggenangi rumah warga yang tinggal di sekitar Jalan Pemuda.

Baca Juga :  IMI Tanjungpinang sambut Ultah di Panti Asuhan

”Saat itu, Pak Lis belum jadi Wali Kota Tanjungpinang,” terang dia.

Terjadi banjir di Jalan Pemuda, lanjut dia, sudah terjadi sejak tahun 1987 silam. Saat itu, rumah yang ditempati sering terendam air hujan serta air laut pasang. Ini yang membuat lemari pakaian serta meja dan bangkunya rusak parah.

”Alhamdulillah dua tahun belakangan ini tak pulak banjir. Karena tak ada hujan deras dan ditambah lagi air laut pasang. Dua faktor in yang menyebabkan bisa jadi banjir,” sebut dia.

Baca Juga :  Pemko Ingin Pulau Basing Jadi Ikon Baru Pariwisata

”Kita buang dulu airnya dari dalam drainase. Setelah itu, baru kita kerjakan lagi,” kata Humas PT Jaya Kencana Sarana, Solihin sambil membantu pekerja yang sedang membuang air yang berada di dalam drainase tersebut.

Solihin mengatakan, untung saja pekerjanya membuat tanggul dari goni yang berisi tanah.
Kalau tidak, pihaknya tak bisa kerja untuk menyelesaikan drainase.

”Ini salah satu kendala kita di lapangan. Karena selalu terjadi hujan,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here