Sulit Bangun Rumah Murah di Batam

0
797
Ruli: Karena mahalnya rumah di Batam hingga banyak yang nekad membagun rumah liar di hutan lindung. Tampak sejumlah anggota Ditpam BP Batam menggusur ruli di kawasan bandara Hang Nadim, beberapa waktu lalu. F-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Pemerintah pusat melalui Kepala Balai Pelaksanan Jalan Nasional IV Ditjen Bina Marga, Junaidi, mengakui pembangunan rumah flat murah dalam program sejuta rumah di Indonesia sulit dilakukan di Batam. Pasalnya sulit untuk mendapatkan lahan. Selain itu pengembang atau developer banyak tidak tertarik membangun rumah murah.

Sementara, untuk rumah susun (rusun) dalam program sejuta rumah kata Junaidi sudah terbangun dua dari enam tower rusun untuk program sejuta rumah. Tahun ini diharapkan tiga tower sudah selesai.

”Target kita enam tower rusun murah untuk program sejuta rumah. Rumah flat kita kesulitan membangun di Batam,” kata Junaidi Jumat (7/5).

Katanya, pengembang kesulitan mengembangkan rumah murah karena masalah lahan. Harga tanah juga naik terus. Lahan menjadi kendala tersendiri, sehingga harganya akan di review lagi. Demikian, rumah murah di Batam yang sudah dibangun, sudah ada di Nongsa dan Sei Beduk.

Baca Juga :  Ribuan Warga Ikuti Batam Mengaji

”Di Kepri khususnya Batam jarang ada rumah murah. Developer di Batam cenderung lebih fokus kepada pembangunan rumah menengah atas,” sambungnya.

Dibeberkan, tahun ini direncanakan 700 ribu se-Indonesia. Sudah selesai 240 ribu rumah murah, yang disalurkan melalui BTN. Pihaknya optimis, tahun ini yang terealisasi akan lebih banyak rumah murah.

”Program sejuta rumah ini yang dicanangkan presiden. Termaksud juga unntuk Kepri,” beber dia.

Program sejuta rumah diungkapkan dicaangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena pemerintah punya program fasilitas likuidasi penyediaan perumahan (FLPP). Warga dengan gaji antara Rp4 juta sampai Rp7 juta bisa menikmati fasiltias tersebut. Membeli rumah dari BTN, uang mukanya hanya 1 persen.

Baca Juga :  Pengusaha Bebas Memilih FTZ atau KEK

”Pemerintah juga memberikan bantuan uang cash Rp4 juta untuk membantu membayar uang muka dan administrasi lainnya,” katanya.

Kriteria pembeli harus yang belum punya rumah dan bergaji di bawah Rp7 juta. Rumah ini tak bisa dijadikan investasi. Kalau mau dijual, maka pemilik harus menjual kepada pengembangnya kembali.

”Jadi harus ketat kriterinaya. Itu untuk semua rakyat,” bebernya lagi.

Selain rumah murah, diakui proyek pembanguann infrastruktur di Batam cukup Banyak. Mulai dari pembangunan waduk, pengembangan dan perawatan jalan.

Baca Juga :  Pilih Daerah Wisata untuk Promosi Batik Batam

Hanya saja, diakui total anggarannya ia tidak diingat persis. Namun, ada untuk jalan di Batam tahun ini, termasuk pemeliharaan, pelebaran, hingga perbaikan jembatan, dengan pajang total semuanya, 170 km dengan anggaran Rp130 miliar.

”Infrastruktur pariwisata juga jadi perhatian kami. Kita siapkan program pendukung pariwisata dari hulu hingga hilir. Di hilir, kementerian PU memperbaiki infrastruktur, khususnya di daerah destinasi pariwisata,” imbuhnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here