Surat Pengunduran Diri Rahma Mandek

0
742
Zulkifli

Hingga memasuki masa kampanye dan kini mendekati pencoblosan 27 Juni, berkas surat pengunduran diri Calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang Rahma dari jabatannya sebagai Anggota DPRD Tanjungpinang belum juga rampung.

TANJUNGPINANG – Mantan Politisi PDIP Tanjungpinang ini belum mengantongi surat persetujuan pengunduran dirinya dari jabatan anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang mesti dikeluarkan oleh Gubernur Provinsi Kepri, H Nurdin Basirun.

Akibatnya, pihak penyelenggara Pemilihan Umum belum menerima berkas lengkap dari surat pengundurkan Rahma yang maju sebagai calon wakil wali kota di Pilwako Tanjungpinang tahun 2018 ini sampai Rabu (11/4), kemarin.

”Katanya berkas surat pengunduran ibu Rahma yang dari gubernur sedang dalam proses,” kata Devisi Perencanaan, Anggaran, Program dan Data KPU Kota Tanjungpinang, Zulkifli Riawan kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (11/4).

Menurutnya, sesuai aturan Rahma diberikan waktu 30 hari terhitung sebelum tanggal pencoblosan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang yang jatuh pada 27 Juni 2018 mendatang. Artinya pada pekan terakhir Mei mendatang berkas surat pengunduran Rahma mesti sudah diserahkan ke KPU, termasuk berkas persetujuan dari Gubernur Provinsi Kepri.

Baca Juga :  Dua Partai Pengusungnya Tolak UU Cipta Kerja, Isdianto: Kita Berpihak Ke Buruh

Apabila tidak diserahkan, maka mantan kader PDIP ini bakal mendapat sanksi. Sanksinya, paslon nomor urut 1 H Syahrul-Rahma bisa gugur dalam pencalonan karena tidak melengkapi persyaratannya. ”Kita tunggu surat pengunduran Ibu Rahma dari Gubernur Kepri,” sebut Zulkifli.

Sebelumnya, Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Robby Patria mengatakan, calon Wakil Walikota Tanjungpinang, surat pengunduran diri Rahma dari Anggota DPRD Kota Tanjungpinang tidak lengkap karena hanya dari Fraksi PDIP saja. Calon Wakilnya Syahrul ini di Pilwako Tanjungpinang ini perlu melampirkan surat persetujuan pemberhentian dari pejabat yang berwenang, yaitu Gubernur Provinsi Kepri, H Nurdin Basirun.

Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2017 tentang pencalonan kepala daerah, bagi calon berstatus sebagai anggota DPRD, TNI-Polri wajib mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai calon kepala daerah tersebut. ”Alhamdulillah, kita sudah menerima surat pengunduran dirinya dari DPRD Kota Tanjungpinang,” sebut Robby Patria.

Baca Juga :  Airlangga Dorong Ansar di Pilkada

Sementara itu, ketua Tim Pemenangan Paslon Syahrul-Rahma, Ade Angga menyatakan, saat ini status surat keputusan pengunduran diri Rahma memang masih dalam proses. Keberadaanya tinggal menunggu tanda tangan dari Gubernur Nurdin. Kendati begitu, tidak perlu ada yang dirisaukan. Angga menegaskan, belum diterimanya SK pengunduran diri Rahma selaku anggota DPRD Tanjungpinang tidak akan mengganggu proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang tengah berlangsung. Dan, tidak bisa gugur dalam pesta demokrasi pemilihan Wali Kota Tanjungpinang mendatang.

Kepastian yang diberikan Angga ini lantaran bunyi Peraturan Komisi Pemilihan Unum (PKPU) yang menyebutkan paslon baru bisa dinyatakan batal jika tidak dapat menunjukkan surat pengunduran diri sedang diproses. Sementara, saat ini kencang beredar isu bahwa Rahma pada akhirnya tidak bisa dipilih karena tidak memenuhi persyaratan.

Isu tersebut mengacu pada bunyi peraturan sebelumnya, menyatakan paslon yang merupakan pejabat daerah dianggap gugur jika tidak memberikan SK Pengunduran dirinya selaku pejabat daerah. ”Kami pun bisa memberikan bukti bahwa pengunduran diri itu sudah diproses,” sambung Angga.

Baca Juga :  KPU Terima Logistik PSU di Lima TPS

Sementara belum kunjung dikeluarkannya SK pengunduran diri Rahma, Angga mengarahkan pertanyaan yang sama kepada Gubernur Kepri. ”Kami sudah menyurati kok. Kalau sampai belum keluar juga, berarti ada pihak yang mengintervensi,” pungkasnya.

Ia juga berharap, agar yang memiliki pihak-pihak terkait, agar mengeluarkan surat pengunduran diri Rahma. Secara aturan, Rahma tidak ada yang dilanggar, sesudah tahapan dilaluinya sesuai aturan yang berlaku. ”Berlarut-larutnya surat pengunduran diri Rahma sangat menguntungkan kami dalam isu politik, bukan merugikan,” katanya.

Ia optimis, surat pengunduran diri Rahma akan keluar sesuai tahapan yang berlaku. ”Kita tetap sabar menunggu,” tegasnya.(ANDRI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here