SWRO Belakangpadang Beroperasi

0
873

BATAM – Pemerintah Kota Batam, membantu warga Belakangpadang dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Layananan air bersih yang dihasilkan dari Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), sudah mengaliri sekitar 525 kepala keluarga (KK) di Belakangpadang. Warga cukup antusias menggunakan layanan SWRO, sebagai pasokan air bersih, yang bisa langsung diminum.

Menurut Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar, pengoperasian SWRO di Belakangpadang, sudah berjalan selama dua bulan. Fasilitas SWRO sendiri dibangun dengan bantuan pemerintah pusat. Fasilitas itu dibangun dengan dana Rp14,5 miliar. ”Alhamdulillah mereka sudah tidak beli air dari Batam lagi. Antusias warga, diakui sangat besar. Air kelolaan SWRO bisa langsung diminum,” katanya.

Baca Juga :  September, Tender Pengelolaan Hang Nadim

Menurutnya, air yang dikelola menjadi air tawar layak minum itu, tidak ada rasa. Selama ini, warga Belakangpadang sendiri, membeli air dari Batam. Setelah air bersih dengan SWRO, ditargetkan hingga 1200 sambungan. Dimana, tahun ini akan dipasang sambungan baru hingga 750 KK. ”Sekarang saja sudah ada 800 antri warga yang menginginkan layanan SWRO,” ujar Suhar.

Sementara terkait dengan tarif, tarif air dari SWRO, sementara digratiskan. Begitu juga pemasangan pipanya. Pihaknya diakui masih menunggu keputusan Wali Kota Batam, Rudi, untuk bisa menerapkan tarif air bersih di Belakang Padang. Dimana, tarif yang diaukan Rp20 ribu per meter kubik. ”Awalnya rencana Rp24 ribu. Tapi Pemko akan mensubsidi, jadi yang dibayar warga, Rp20 ribu per meter kubik,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dedikasi ATB: Layani dengan Baik dan Terjangkau

Sementara produksi SWRO diakui bisa 5 liter per detik air yang didistribusikan sampai rumah warga. Penampungan SWRO, ada dua dan diletakkan di Kampung Jawa dan Kampung Sekanak Raya, Belakangpadang. ”Warga tidak perlu lagi beli air, ke Batam. Sudah siap langsung ke rumah warga,” jelasnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here