Syahrul Berhati-hati Nyatakan Sikap Politik

0
463
BERDISKUSI: H Syahrul berbincang-bincang dengan Wan Syamsi. f-yoan/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Pengamat politik dari Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka mengatakan, bakal calon Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul, belum mau mempublikasikan kalau ia akan berpasangan dengan Ade Angga (Golkar) atau Iskandarsyah (PKS) di Pilkada 2018 mendatang. Salah satu sebabnya, Wakil Wali Kota Tanjungpinang belum mendapatkan kendaraan (partai).

Kata dia, informasi yang beredar bahwa Syahrul akan mendapat mandat dari DPP Gerindra melalui DPD Gerindra Provinsi Kepri, untuk maju di Pilwako Tanjungpinang tahun 2018 nanti. Sedangkan dari pengurus ranting hingga DPC Gerindra Kota Tanjungpinang, juga menginginkan Ketua DPC Gerindra Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah untuk maju sebagai calon Wali Kota Tanjungpinang dari Gerindra. ”Saya rasa Pak Syahrul masih segan mau menyampaikanke masyarakat, kalau ia akan berpasangan dengan Ade Angga atau Iskandarsyah. Sebab, saya rasa mekanisme partai yang dilakukan partai Gerindra sedang dalam proses,” kata Endri kepada Tanjungpinang Pos, Senin (4/9).

Ia mengatakan, bukannya dari dulu partai Golkar menginginkan Syahrul untuk dimajukan dan dicalonkan sebagai Wali Kota Tanjungpinang di tahun 2018 nanti. Kalau partai Golkar menginginkan Syahrul sebagai calon Wali Kota Tanjungpinang, tanya dia, bagaimana dengan partai koalisi Anak Pinang yang sudah dibangun oleh PPP, partai Demokrat dan PKPI.

Apakah keinginan partai Golkar sama dengan tiga parpol tersebut, yaitu PPP, partai Demokrat dan PKPI. Kalau tidak, bagaimana kesepakatan empat parpol saat membangun koalisi Anak Pinang tersebut. Karena PPP, PKPI dan partai Demokrat pasti memiliki kepentingan dalam menentukan sikap calon kandidat tersebut. ”Keinginan partai Golkar, jangan mengensampingkan kepentingan tiga parpol begitu saja. Karena keinginan perlu adanya kesepakatan diantara empat parpol. Sebab, mereka sudah membangun koalisi Anak Pinang. Kalau tidak, saya khawatirkan koalisi Anak Pinang akan bubar dengan sendirinya,” ucap dia.

Tapi, sampai saat ini belum tahu hasil penjaringan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang periode 2018-2023, seperti apa yang dilakukan DPC PPP Kota Tanjungpinang. Karena publik juga menunggu hasil penjaringan tersebut.

Hal seperti ini, kata dia setidaknya partai Golkar harus menghargai mekanisme yang sedang berjalan dilakukan oleh PPP. Kalau hasil penjaringan tersebut, misalnya, PPP tidak inginkan Syahrul sebagai calon Wali Kota Tanjungpinang, apakah keinginan partai Golkar akan diikuti oleh PPP. ”Saya rasa belum tentu. Belum lagi dengan keinginan dari partai Demokrat dan PKPI itu bakalan sama dengan partai Golkar,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here