Syahrul Pilih Siapa?

0
767
Raja Dachroni

Oleh: Raja Dachroni
Direktur Gurindam Research Centre (GRC)

Manuver politik yang dilakukan Wakil Walikota Tanjungpinang H. Syahrul beberapa bulan belakangan ini harus diakui sudah membuat dirinya menjadi bahan pembicaraan publik sebagai salah satu kandidat Pilkada Tanjungpinang yang layak dipilih pada 27 Juni 2018 mendatang. Ada dua manuver yang dilakukan pertama, mendeklarasikan diri menjadi bakal calon walikota dan kedua menjadi Ketua Gerindra tingkat propinsi. Dengan demikian, pertanyaan publik tentang akankah dia bersama Lis Darmansyah atau berpisah sudah terjawab. Tentu sebagai bakal calon walikota dia tidak bisa sendiri. Butuh pendamping yang bisa mendukung atau bahkan menambah popularitas dan elektabilitasnya.

Bicar pendampingnya juga sudah mengemuka dua nama Ade Angga yang merupakan kesepakatan dari koalisi anak pinang (Golkar, Demokrat, PKPI dan PPP) dan Ing Iskandarsyah yang merupakan koalisi Setara (Gerindra – PKS). Siapa yang akan dipilih?anuver politik yang dilakukan Wakil Walikota Tanjungpinang H. Syahrul beberapa bulan belakangan ini harus diakui sudah membuat dirinya menjadi bahan pembicaraan publik sebagai salah satu kandidat Pilkada Tanjungpinang yang layak dipilih pada 27 Juni 2018 mendatang.

Ada dua manuver yang dilakukan pertama, mendeklarasikan diri menjadi bakal calon walikota dan kedua menjadi Ketua Gerindra tingkat propinsi. Dengan demikian, pertanyaan publik tentang akankah dia bersama Lis Darmansyah atau berpisah sudah terjawab. Tentu sebagai bakal calon walikota dia tidak bisa sendiri. Butuh pendamping yang bisa mendukung atau bahkan menambah popularitas dan elektabilitasnya. Bicar pendampingnya juga sudah mengemuka dua nama Ade Angga yang merupakan kesepakatan dari koalisi anak pinang (Golkar, Demokrat, PKPI dan PPP) dan Ing Iskandarsyah yang merupakan koalisi Setara (Gerindra – PKS). Siapa yang akan dipilih?Ini bukan pilihan yang mudah bagi H. Syahrul.

Baca Juga :  Pulau Kundur Surganya Durian

Dua-duanya sama-sama memiliki kompetensi, pengalaman kepemimpinan dan dukungan tiket partai politik. Plus – minus tentu harus dipikirkan. Bagaimana tingkat elektoral atau keterpilihan jika dirinya memilih Ade Angga? Dan bagaimana pula jika ia memilih Ing Iskandarsyah? Ini pertanyaan yang dia harus jawab sebelum masa pendaftaran pasangan calon yang dijadwalkan KPU pada 8 Januari hingga 10 Januari 2018 mendatang. Di lain sisi, selain harus menjawab dua pertanyaan di atas, suka atau tidak penetapan Ketua Gerindra Kepri H. Syahrul memberikan efek perpecahan ditubuh Gerindra tingkat Kota Tanjungpinang yang sebelumnya juga sudah merekomendasikan satu nama sebelumnya sebelum dirinya. Pertama sekali, tentu yang harus H. Syahrul lakukan sebelum menjawab dua pertanyaan diatas adalah menyelesaikan persoalan di internalnya yang bisa saja itu berjalan alamiah atau by design dari kelompok-kelompok kecil yang ada di Gerindra. Secara psikologis politik ini bisa dimaklumi dan H. Syahrul harus menyadarinya.

Ade Angga atau Ing IskandarsyahPaling tidak ada tiga hal yang perlu menjadi pertimbangan H. Syahrul dalam memilih diantara keduanya. Pertama, tingkat elektabilitas dan popularitas. Terkait hal ini memang memerlukan survey politik dan suka atau tidak harus diukur dengan pendekatan survey. Sejauh mana tingkat keterkenalan dan tingkat keterpilihan di antara keduanya harus diketahui H. Syahrul sedini mungkin. Tidak cukup hanya mendengarkan pembisik.Kedua, kesolidan tim dan mesin partai. Ade Angga yang didukung oleh koalisi anak pinang (Golkar, Demokrat, PKPI dan PPP) memang memiliki banyak kursi di DPRD.

Baca Juga :  Korona Masuk, Menteri Tunda Kucuran Dana Influencer

Logikanya, jika solid suara-suara di antara partai koalisi itu mendukung Ade Angga sampai ke akar rumput tidak hanya ditataran elit politik partai politik tentu akan menjadi daya tawar sendiri. Hanya saja, sejauh mana mesin partai yang diwakili kader-kadernya bisa bekerja maksimal. Terkait hal ini memang belum ada bukti statistik dan realitas politik yang mendukung argumentasi tersebut. Sementara, Ing Iskandarsyah yang merupakan calon yang diusung PKS suka atau tidak memiliki mesin partai yang mumpuni dan solid. Dalam praktek pertempuran atau kompetisi Pilkada baik di dunia nyata dan dunia maya PKS menjadi rival mesin partai yang selalu bersebarangan dan gerakannya bisa menyeimbangi kader PDIP yang juga punya militansi yang kuat. Sama-sama diketahui PDIP sudah jelas tegas akan mengusung Lis Darmansyah yang notabenenya adalah Walikota Tanjungpinang saat ini.Ketiga, modal sosial. Kekuatan modal sosial menurut penulis penting juga menjadi pertimbangan.

Komunitas mana yang banyak memilih di antara keduanya. Ade Angga atau Ing Iskandarsyah. Keduanya harus memilki modal sosial yang kuat di masyarakat Kota Tanjungpinang yang terdiri dari beragam etnis, suku dan pekerjaan. Ada Angga memiliki jaringan aktivis kepemudaan yang cukup luas, sementara Ing Iskandarsyah alumni salah satu perguruan tinggi di Belanda itu juga punya jaringan yang cukup luas di Uni Eropa. Ing Iskandarsyah bisa membantu H. Syahrul dalam membangun kerjasama ekonomi internasional. Sementara Ade Angga juga bisa membantu di jaringan kepemudaan yang ada.

Baca Juga :  Lingga, Permata yang Tersembunyi

Fatsun Politik  Jika dilihat dari cara dan gaya politik masing-masing di antara koalisi anak pinang dan koalisi Setara memang saat ini posisi PKS dan Ing Iskandarsyah sangat diuntungkan. PKS cukup membuat H. Syahrul melakukan istikhorah politiknya terkunci. Beberapa bulan yang lalu sudah ada kontrak politik yang itu dipublikasikan bahwa Gerindra dan PKS menindaklanjuti kesepakatan di tingkat pusat untuk berkoalisi. Walau sebenarnya tidak ada dalam kamus politik koalisi permanen tapi ini merupakan amanah Prabowo Subianto owner Gerindra dan jauh-jauh hari komunikasi politik ini sudah dibangun dan keputusan untuk berkoalisi  menjadi hal dilematis bagi H. Syahrul.

Ditinjau dari etika politik berat bagi H Syahrul untuk menentukan pilihannya ke yang lain. Ada fatsun politik atau etika politik yang ia langkahi jika tidak memilih pasangan dari teman koalisinya.  Sementara itu, dia juga harus meredam dan bahkan memahami kader-kader Gerindra yang sudah terlanjur mengusung Ketua DPC Gerindra Endang Abdullah. Disinilah kemampuan berpolitik dan etika politik H . Syahrul diuji. Penulis tidak akan lebih dalam mengulas masalah internal ini. Namun, kembali ke pertanyaan siapa yang akan dipilih H. Syahrul untuk mendampinginya pada Pilkada Tanjungpinang 27 Juni 2018 nanti? Kita tunggu saja tanggal mainnya. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here