Syahrul Tetap Ngotot

0
573
H Syahrul

HET Gas 3 Kilogram Segera Naik

Walikota Tanjungpinang Syahrul tetap ngotot akan meneken kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram. HET sekarang Rp15 ribu per tabung naik bakal naik Rp18 ribu.

TANJUNGPINANG – Meskipun warga meminta agar Walikota menunda kenaikan HET gas. Warga meminta DPRD dan Pemko melakukan kajian ulang, kenapa harus naik Rp3 per tabung?

Alasan H Syahrul tetap ngotot untuk menaikan HET setelah mendapatkan surat rekomendasi dari DPRD Kota Tanjungpinang, karena meskipun HET Rp15 ribu tapi warga sekarang tetap membeli gas dengan harga Rp20 ribu per tabung.

Justru warga khawatir bila HET Rp18 ribu maka harga gas di pasaran bisa naik jadi Rp24 ribu atau Rp25 ribu per tabung. Meskipun, pemerintah berjanji akan melakukan pengawasan di lapangan setelah menaikan HET.

”Harga Rp15 ribu sudah tidak cocok lagi. Kita tunggu saja suratnya dari Dewan,” kata H Syahrul, Minggu (25/11), usai melepas atlet Porprov Tanjungpinang di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Minggu (25/11).

Baca Juga :  Pemkab Kuansing Gandeng PLN dan Bank Riau Kepri

DPRD Kota Tanjungpinang belum lagi membahas kembali rencana kenaikan HET gas karena lagi sibuk membahas anggaran APBD 2019. Para anggota DPRD dan Kepala OPD siang malam membahas APBD 2019, yang rencananya akan diketok, besok (hari ini, red), Selasa (27/11).

H Syahrul tetap menunggu surat persetujuan dari DPRD Kota Tanjungpinang terkait HET baru gas lepiji 3 kilo sebesar Rp18 ribu.

”Kita akan bahas kembali rencana kenaikan HET. Nantik kita serahkan ke pemerintah hasil rapat kita. Kita akan memberikan solusi kepada pemerintah,” kata Ade Angga, Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang.

Masih kata Syahrul, hingga kemarin, surat pengajuan kenaikan gas belum di mejanya. ”Belum sampai ke meja saya,” tegas Syahrul.

Baca Juga :  Demokrat Gelar Program 1 Hari Satu Ayat

Kata Syahrul, permintaan masyarakat HET gas elpiji 3 kilo jangan sampai naik hingga mencapai Rp18 ribu. Tapi, dari sisi perusahaan swasta meminta HET gas elpiji 3 kilo naik mencapai Rp18 ribu, dari sebelumnya hanya kisaran Rp 15 ribu sampai dengan Rp16 ribu.

Kata Syahrul, perusahaan swasta yang meminta HET naik tersebut adalah yang selalu mensuplai tabung gas elpiji ukuran 3 kilo ditengah masyarakat.

Secara logika saja, lanjut dia, sebelum HET naik, harga gas elpiji 3 kilo sudah mencapai Rp20 ribu. Dengan harga tersebut, masyarakat tetap juga beli gas elpiji 3 kilo. Karena gas elpiji 3 kilo salah satu kebutuhan masyarakat yang perlu dipenuhi di rumah masing-masing. Harga gas elpiji 3 kilo mencapai Rp20 ribu sudah berlangsung lama.

Sebelumnya, ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka pernah mengatakan, Pemko Tanjungpinang untuk menunda kenaikan HET gas elpiji 3 kilo sebesar Rp18 ribu.

Baca Juga :  Liburan, Warga Padati Penyengat

Harga gas elpiji 3 kilo sebelumnya hanya kisaran Rp15 ribu sampai dengan Rp 16 ribu. Harga Rp 15 ribu per tabung gas elpiji 3 kilo hanya berlaku di Tanjungpinang dan sekitarnya kecuali Dompak dan Pulau Penyengat. Untuk dua wilayah tersebut, yakni Dompak dan Pulau Penyengat, harga gas elpiji 3 kilo mencapai Rp 16 ribu.

”Kondisi ekonomi kita masih sulit. Tunda naikkan harga gas elpiji 3 kilo. Kalau tidak, tanggung resiko yang akan terjadi ditengah masyarakat khususnya pelaku usaha di Tanjungpinang,” sebut dia. (ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here