Tabrak Truk, Pegawai Bintan Tewas

0
1273
Evakuasi: Mobil Brio yang dikemudikan korban sat dievakuasi dengan truk penggerek usai tabrakan dengan lori di Jalan Lintas Barat Km 18, Toapaya Selatan, Kamis (2/3) siang. f-istimewa

BINTAN – Aryudha Yelasandi (31) pegawai tidak tetap (PTT) Pemkab Bintan, warga Batu 7 Tanjungpinang tewas setelah mengalami tabrakan di Jalan Lintas Barat Km 18, Toapaya Selatan, Kamis (2/3) siang.

Korban yang mengemudikan mobil Brio warna putih BP 1370 TP tabrakan dengan truk pengangkut semen warna orange BP 9296 TU yang dikemudikan Rahman.

Korban meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUP Kepri Batu 8 Tanjungpinang dan menjalani perawatan di sana.

Sedangkan Rahman selamat dari maut. Ia hanya mengalami bengkak pada kedua lututnya akibat terjepit kemudi.

Sementara penumpangnya yakni Mami bersama seorang bocah yang masih mengenakan seragam sekolah terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka pecahan kaca lori.

Rahman menuturkan, truk yang dikemudikannya dari arah Tanjungpinang hendak menuju salah satu toko di kawasan Toapaya untuk mengantarkan semen pesanan toko. Saat itu truknya sedang melewati jalanan mendaki dengan kecepatan sekitar 20 hingga 30 Km/jam.

Baca Juga :  Penumpang Terpental, Dua Orang Hilang

”Tiba-tiba mobil itu (Honda Brio) melaju dari arah atas dan sempat menyasar keluar kiri jalan dan membanting stirnya sampai menabrak bagian depan truk saya. Makanya saya banting stir ke kiri jalan,” tutur Rahman di lokasi kejadian.

Warga Km 6 Tanjungpinang itu juga menunjukkan bukti bekas rem mobil Honda Brio yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi tabrakan. Tampak bekas ban mobil di bagian tanah sebelah kiri jalan yang diduga bekas ban mobil tersebut.

”Pas itu dia banting stirnya ke kanan hingga nabrak truk saya yang berjalan di jalur sebelah kiri jalan,” sambungnya.

Namun, belum diketahui pasti penyebab kecelakaan tersebut. Saksi mata, Yogi (23) di lokasi kejadian mengatakan, saat itu dirinya berada persis di belakang truk yang terlibat tabrakan tersebut, ia bisa selamat akibat cepat mengerem laju kendaraannya.

Baca Juga :  Kapal Membawa Sayur Pecah Diperairan Kenipan

”Sopir mobil pribadi banyak ngeluarin darah dari hidung dan mulut. Gak sadarkan diri. Terus penumpang truk ada ibu-ibu dan seorang anak kecil terjepit di ruang kemudi truk. Saya sempat membantu anak itu keluar lewat kaca samping yang terbuka sedikit,” tutur Yogi mengisahkan pasca kejadian itu.

Ia pun membenarkan kalau truk yang dikemudikan Rahman tidak begitu kencang karena memang posisi truk sedang jalan mendaki.

”Gak tau tiba-tiba saja. Saya gak tahu pasti karena posisi saya di belakang truk,” tandasnya.

Akibat tabrakan dahsyat itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat macet. Banyak pengendara yang berhenti untuk menyaksikan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut.

Beruntung petugas dari unit Lantas Pos Gesek yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan arus lalu lintas.

Baca Juga :  199 Peserta Lolos Sementara

”Pas saya sampai, para korban sudah dibawa ke rumah sakit,” ungkap Bripka Tengku Said saat mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi tabrakan.

Pantauan di lapangan, truk mengalami ringsek bagian ruang kemudi, kaca depan truk hancur. Sementara mobil pabrikan Honda mengalami kerusakan parah di bagian sebelah kiri karena tabrakan keras dengan truk roda enam itu.

Darah kental juga terlihat dari lokasi kejadian baik di dalam dan di sekitar mobil Honda Brio. Darah tersebut berasal dari sang sopir mobil nahas itu karena saat ditemukan sang sopir diketahui tidak menggunakan safety belt serta airbag mobil itu juga diketahui tak berfungsi optimal. (fre/aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here